Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Komisi I Kunjungan ke Cina, Korea, dan Belanda, Apa Agendanya?

Written By bopuluh on Minggu, 27 Oktober 2013 | 23.45


JAKARTA, KOMPAS.com - Rombongan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke tiga negara di Asia dan Eropa. Kunker dilakukan terkait berbagai permasalahan yang ditangani oleh komisi tersebut.

Anggota Komisi I dari Fraksi PPP Husnan Bey Fananie mengatakan, ia ikut dalam rombongan Komisi I yang pergi kunker ke Cina. Rombongan berangkat ke Cina sejak  pada Sabtu (26/10/2013) hingga 1 November 2013 mendatang.

"Jadwal acara kunjungan kerja delegasi Komisi I DPR RI dalam rangka proses perumusan atau penyusunan RUU tentang hukum disiplin militer di negara RRC," kata Husnan melalui pesan singkat yang diterima pada Senin (28/10/2013).

Saat dikonfimasi, Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq menjelaskan, selain ke Cina, rombongan Komisi I juga melakukan kunjungan ke dua negara lain, yakni Belanda dan Korea Selatan.

Kunjungan ke Belanda dipimpin oleh anggota Komisi I Yahya Sacawiria dengan agenda evaluasi mengenai isu separatis di Papua.

"Karena kelompok Freedom Papua, separatis Papua Merdeka membuat dan membuka kantor cabang lagi di Belanda," kata Mahfudz.

Di Belanda, kata Mahfudz, Komisi I DPR akan meminta informasi langsung dari Duta Besar Republik Indonesia di negara tersebut. Selain itu, akan dibahas juga mengenai rencana kerja sama pertahanan antara Indonesia dengan Belanda dengan pertimbangan teknologi pertahanan dan alat utama sistem senjata di negara tersebut sudah sangat maju dan Indonesia ingin memelajarinya. Sedangkan untuk Korea Selatan, kunjungan Komisi I DPR dimaksudkan untuk menyusun Rancangan Undang-Undang Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) dan Televisi Republik Indonesia (TVRI). Pemimpin rombongan adalah anggota Komisi I Tantowi Yahya.

"Alasannya karena Korsel sebagai negara yang sukses menjalankan siaran digitalisasi. Mereka sukses beralih dari analog ke digital," ujar Mahfudz.

Editor : Inggried Dwi Wedhaswary


23.45 | 0 komentar | Read More

Data Bermasalah, Ganjar Belum Keluarkan Kartu Petani-Nelayan


KENDAL, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum bisa mengeluarkan kartu nelayan dan kartu petani karena ada masalah dengan data. Hal itu dikatakan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Kendal, Senin (28/10/2013).

Ganjar menjelaskan, hingga kini pihaknya belum mendapatkan data jumlah nelayan dan petani di Jateng. Pihaknya, kata Ganjar, sebenarnya sudah melakukan rapat koordinasi dengan dinas terkait. Namun kejelasannya belum ada.

"Kami sudah melakukan pemaparan, dan sebentar lagi pemaparan yang kedua," kata Ganjar.

Ganjar menjelaskan, pemberian kartu nelayan kepada nelayan bertujuan agar para nelayan bisa mendapatkan solar atau bensin dengan mudah. Sehingga mereka tidak mengalami kesulitan ketika mau mencari ikan di laut. Sementara itu kartu petani untuk mempermudah petani memperoleh pupuk.

"Tapi saya ingin pemberian kartu nelayan dan kartu penduduk itu, tepat sasaran. Jadi selain nelayan dan petani, tidak mendapat kartu nelayan atau petani," tegasnya.

Ganjar menambahkan, karena data nelayan dan petani tidak valid, saat ini pihaknya belum bisa menganggarkan dana untuk itu. Namun, apabila tahun ini datanya sudah siap dan bisa dipertanggungjawabkan, pada tahun 2014 nanti, pihaknya akan menganggarkan di APBD. "Saya masih menunggu kevalidan data tersebut," jelasnya.

Seorang relawan Ganjar pada kampanye Pilgub Jateng yang lalu, Kelana, berpendapat sebaiknya Ganjar cepat-cepat mewujudkan pemberian kartu nelayan dan kartu petani kepada petani.

"Kalau masih ada nelayan dan petani yang meragukan, beri dahulu nelayan yang benar-benar nelayan dan petani yang memang benar-benar petani. Ganjar harus kembali blusukan ke kampung-kampung nelayan dan petani, seperti waktu kampanye. Sehingga bisa mendapatkan data yang valid," kata Kelana.

Editor : Kistyarini


23.45 | 0 komentar | Read More

Penyiram Air Keras Berry \"Saint Loco\" Terekam CCTV

Written By bopuluh on Sabtu, 26 Oktober 2013 | 23.45


JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga kini, pelaku yang menyiram air keras ke wajah rapper grup hip rock Saint Loco, Berry Manoch masih misterius. Namun, setidaknya, harapan untuk mengungkap pelaku masih ada setelah kamera CCTV di tempat kejadian perkara berhasil merekam insiden yang terjadi usai konser Promild Tour, di Lapangan Rampal, Malang, Jawa Timur, Sabtu (26/10/2013) malam.

"Sementara baru dari CCTV, tapi semua sudah kami serahkan ke pihak kepolisian," kata manajer Saint Loco, Ingga saat dihubungi melalui telepon genggamnya di Jakarta, Minggu (27/10/2013).

Selain insiden itu terekam melalui kamera CCTV, barang bukti berupa botol yang diduga digunakan pelaku untuk menyimpan air keras, telah diamankan guna proses penyidikan.

"Barang bukti ada, di situ juga ada sidik jarinya. Kami serahkan semua ke kepolisian. Laporannya di Polres Malang," kata Ingga.

Di sisi lain, pemain drum grup punk rock Superman Is Dead, Jerinx yang juga tampil dalam konser itu mengaku sempat melihat seseorang yang diduga pelaku penyiram air keras ke wajah Berry.

"@JRX_SID: Yg menyiram wajah Barry @saintlocoband dgn air keras di Malang td memakai sweater merah. Semoga pelaku lekas tertangkap karma. #prayforbarry," kicau Jerinx dalam akun Twitter miliknya.

Ciri-ciri pelaku

Sebelumnya, Wakil Kepala Polresta Malang, Kompol Trisaksono Puspo Adjie membeberkan, pelaku diketahui berjenis kelamin pria dan mengenakan jaket warna hijau, berbadan tegap dan berambut cepak. "Tinggi badannya kurang lebih 180 centimeter," katanya kepada wartawan, Minggu (27/10/2013).

Untuk pengembangan penyelidikan, lanjut Adjie, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa 7 saksi. "Kita sudah memeriksa 7 orang saksi. Dan hari ini juga meminta keterangan dari korban," katanya.

Tim medis, katanya, juga telah melakukan penelitian bahan cairan jenis apa yang digunakan oleh pelaku. "Sudah diteliti kandungan bahan yang ada di wajah korban," katanya.

Lebih lanjut Adjie menjelaskan, setelah menyiramkan air keras ke wajah Berry, pelaku langsung lari dengan menggunakan sepeda motor. "Saat ini, kita masih melakukan identifikasi kendaraan yang digunakan oleh pelaku," kata Adjie.

Dalam insiden tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti berupa tumpahan cairan, baju korban, dan rekaman CCTV. "Dari rekaman CCTV itu, sudah terlihat jelas pelaku menyiramkan cairan ke wajah korban. Cairan itu dikeluarkan dari botol kecil yang dipegang oleh pelaku," katanya.

Seperti diberitakan Kompas.com sebelumnya, vokalis band Saint Loco, Berry Manoch disiram cairan yang diduga air keras oleh orang tak dikenal, seusai manggung di Lapangan Rampal Kota Malang. Insiden penyiraman tersebut terjadi di lobi hotel tempat personel Saint Loco menginap saat sesi pemotretan dengan para penggemar.

Saat ini, Berry tengah menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSSA Malang. Pihak RSSA Malang belum memperbolehkan awak media untuk mengambil gambar dan mewawancarai korban. Korban yang mengalami luka di wajahnya belum memberikan izin untuk ditemui awak media.


23.45 | 0 komentar | Read More

Jakarta Marathon Digelar, Hotel di Sudirman-Tamarin Penuh

JAKARTA, KOMPAS.com - Acara Jakarta Marathon, Minggu (27/10/2013), berdampak positif bagi sektor pariwisata di Jakarta. Buktinya, tingkat hunian hotel di Jakarta diketahui meningkat hingga 15 persen dibanding akhir pekan biasanya.

"Akhir pekan ini tingkat hunian hotel sampai 90 persen. Artinya hotel-hotel, paling banyak itu di Jalan Sudirman-Thamrin, penuh semua," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budiman, ke wartawan, Minggu pagi.

Naiknya jumlah hunian tersebut, kata Arie, karena kehadiran peserta Jakarta Marathon, baik dari luar negeri maupun  dari luar Jakarta yang menginap untuk mengikuti lomba lari bertaraf internasional tersebut.

Untuk acara Jakarta Marathon itu sendiri, Arie mengungkapkan, sejauh ini tidak menemui kendala berarti. Salah satu yang menjadi fokus utama adalah soal jalur maraton, baik di nomor terendah 1 kilometer, nomor menengah 21 kilometer serta full marathon 42 kilometer. Menurut Arie, jalur yang telah mendapatakan sertifikat Grade A tersebut dapat digunakan sebagai jalur maraton hingga 5 tahun mendatang.

"Tapi masih menunggu evaluasi. Termasuk track clear, enggak ada orang lain yang berada di jalur maraton selain si pelari, itu jadi penilaian juga. Mudah-mudahan lancar evaluasinya," lanjut Arie.

Acara Jakarta Marathon merupakan kerja bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Acara bertaraf internasional itu diikuti pelari sebanyak 5.500 orang, yang berasal dari luar dan dalam negeri.

Kegiatan Jakarta Marathon 2013 terdiri dari beberapa kategori, yakni lima kilometer, 10 kilometer, half marathon (21 kilometer) dan full marathon (42 kilometer) serta maratoonz yang khusus untuk anak-anak.

Pemenang full marathon putra adalah William Chebor dari Kenya dengan waktu tempuh 2:14:30. Posisi kedua ditempati Stephen Tum, juga dari Kenya dengan catatan waktu 2:15:35. Posisi ketiga diraih Chelimo Kipkemoi, juga dari Kenya, dengan catatan waktu 2:17:06.

Adapun emenang full marathon putri yaitu Mulu Seyfu dari Ethiopia dengan catatan waktu 2:42:57. Posisi kedua ditempati Diana Sigei dari Kenya dengan catatan waktu 2:43:39. Dan, tempat ketiga diraih Mercy Jelimo Foo dari Kenya dengan catatan waktu 2:44:18.

Editor : Egidius Patnistik


23.45 | 0 komentar | Read More

SBY: Serangan untuk Demokrat Kelewatan, Jangan Diam Saja!

Written By bopuluh on Jumat, 25 Oktober 2013 | 23.45


JAKARTA, KOMPAS.com -
Ketua Majelis Tinggi yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan kepada seluruh pengurus Demokrat untuk menghadapi serangan dari berbagai pihak. SBY menilai serangan terhadap Demokrat sudah melampaui batas.

Instruksi itu disampaikan SBY saat membuka acara Temu Kader dan Perayaan HUT Demokrat di Sentul International Convention Center (SICC) di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2013).

"Kita juga patriot dan pejuang bangsa. Kalau tahu tidak adil dan serangan melampai batasan, melampaui kepatutan, maka para kader harus bicara. Jangan hanya diam, jangan tiarap," kata SBY disambut teriakan dari sekitar 10.000 pengurus Demokrat dari seluruh Indonesia.

Jajaran Demokrat yang hadir mulai dari Majelis Tinggi, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Pimpinan Pusat, Dewan Pimpinan Daerah, Dewan Pimpinan Cabang, sampai pengurus anak cabang di Indonesia. Hadir pula para pendiri Demokrat.

SBY mengatakan, hanya kader korup yang takut menghadapi serangan itu.

"Mengapa harus takut? Mengapa digebuki, dihabisi diam saja?," katanya.

Sebagai Presiden, SBY mengaku tidak ingin negara membiarkan praktek-praktek tidak benar yang jauh dari rasa keadilan. Ia mengakui memang ada kader Demokrat yang salah.

"Tapi jangan cara menyerang dan habisi melampaui batas sehingga merobek rasa keadilan. Tebang pilih itu tidak baik," kata dia.

Seperti diketahui, Demokrat diserang berbagai pihak setelah para elit partainya terjerat kasus korupsi. Terakhir, Anas Urbaningrum ditetapkan tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. Ketika itu, Anas menjabat Ketum Demokrat.

Rentetan kasus yang menjerat kader Demokrat membuat elektabilitas Demokrat merosot. Hasil survei berbagai lembaga survei menunjukkan elektabilitas Demokrat di bawah 10 persen.

Editor : Caroline Damanik

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

23.45 | 0 komentar | Read More

Mourinho Pilih Tidur ketimbang Tonton El Clasico

LONDON, KOMPAS.com - Mantan pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, mengaku tidak akan memedulikan pertandingan Barcelona melawan Madrid, Sabtu (26/10/2013). Pelatih yang kini membesut Chelsea itu mengaku lebih memilih berkumpul bersama keluarga dan beristirahat ketimbang menyaksikan laga tersebut.

Mourinho sebelumnya sempat menjadi salah satu ikon laga el clasico saat melatih Madrid pada 2010 hingga 2013. Selama tiga musim, dia pun sukses mempersembahkan satu gelar La Liga, satu gelar Copa del Rey dan satu Piala Super Spanyol.

"Saya tidak peduli dengan el clasico. Saya akan pergi makan malam dengan keluarga dan setelah itu saya akan tidur," ungkap Mourinho seperti dilansir Marca.

Pernyataan itu diungkapkan Mourinho dalam jumpa pers menjelang laga Chelsea dan Manchester City pada lanjutan Premier League, Minggu (27/10/2013). Ia pun mengaku lebih mementingkan timnya sekarang ketimbang Madrid.

"Saya tidak ingin kehilangan masa tenang saya pada Sabtu ketika satu hari setelahnya saya akan menjalani laga penting (melawan Manchester City)," tambahnya.


23.45 | 0 komentar | Read More

Pasek Diminta Tak Reaktif soal SMS SBY

Written By bopuluh on Kamis, 24 Oktober 2013 | 23.45


JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Jhonny Allen Marbun meminta rekan separtainya Gede Pasek Suardika tak reaktif menanggapi pesan (SMS) yang beredar dan diduga berasal dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut Jhonny, sudah sewajarnya Dewan Kehormatan bereaksi untuk menjaga stabilitas partai.

Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat ini menyampaikan, dirinya pernah dipanggil Dewan Kehormatan (Wanhor) sekitar tahun lalu terkait masalah yang menimpa mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Saat itu, Jhonny memenuhi panggilan Wanhor dan memberikan klarifikasi sesuai yang dibutuhkan.


"Kalau dia (Pasek) tidak pernah melanggar diam saja. Kalau merasa kader partai dipanggil datang," kata Jhonny, di Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (25/10/2013).

Jhonny menegaskan, Wanhor berhak memanggil semua kader partai yang dianggap perlu. Baginya, hal itu sudah menjadi ketentuan partai dan tidak perlu dibesar-besarkan. Lebih jauh, Jhonny juga menyampaikan, jika SBY meminta Wanhor memanggil Pasek, tujuannya adalah untuk mencari tahu informasi mengenai peran Pasek dalam beredarnya kabar penculikan Subur Budhisantoso, salah seorang pendiri Partai Demokrat, oleh Badan Intelijen Negara.

Ada pun selebihnya, SBY dikatakannya hanya memberi arahan agar para kader Demokrat tak ceroboh bersikap jelang datangnya waktu pemilihan umum 2014.

"Pemanggilan itu protap, bukan perasaan, masa orangtua tidak boleh panggil anak? Wanhor itu tugasnya mendapatkan informasi, jangan curiga, datang saja," ujarnya.

Untuk diketahui, politisi Partai Demokrat Gede Pasek Suardika mengaku sangat terganggu dengan isi pesan (SMS) yang ditengarai dikirim oleh SBY pada para petinggi Partai Demokrat. Dengan tegas Pasek mengaku memiliki niat untuk membawa permasalahan ini ke jalur hukum demi menuntaskan spekulasi yang berkembang.

Pasek menyampaikan, dirinya merasa terganggu dengan isi dari pesan tersebut yang secara eksplisit menyebut namanya sebagai aktor di balik kabar penculikan Subur Budhisantoso oleh BIN. Mantan Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat ini mengaku memiliki alibi dan bukti kuat untuk mematahkan tudingan tersebut.

Ia melanjutkan, niatnya untuk menempuh jalur hukum didasari isi SMS yang menyiratkan jika SBY menerima informasi dari seseorang sebelum menudingnya. Menurut Pasek, orang yang menjadi pembisik ini harus diungkap.

"Saya sangat ingin tahu pak SBY mendengar dari siapa tentang pernyataan diculik yang katanya saya pelakunya. Beliau mendapat input informasi yang menyesatkan. Kalau saya tahu, pasti saya hadapi orangnya," ujar Pasek.

Editor : Caroline Damanik


23.45 | 0 komentar | Read More

Vettel Kuasai Sesi Latihan Berkabut di India

NEW DELHI, KOMPAS.com - Pebalap Red Bull Racing, Sebastian Vettel, menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas satu GP India yang berlangsung di Sirkuit Buddh Internasional, Jumat (25/10/2013). Sesi ini terganggu dengan kabut yang menaungi lintasan.

Dua pebalap Williams, Valtteri Bottas dan Pastor Maldonado jadi yang pertama turun ke lintasan. Max Chilton turun pada menit berikutnya, diikuti Jean-Eric Vergne pada menit keempat. Cuaca berkabut membuat kebanyakan pebalap tidak turun pada menit-menit awal.

Sergio Perez yang baru turun ke lintasan pada menit ke-23 mencatat waktu tercepat pertama dengan 1 menit 30,953 detik pada menit 27. Perez dua kali mempertajam catatan waktunya pada menit 28 dan 33. Jenson Button yang baru bergabung pada menit 40 langsung menggeser Perez dari posisi puncak dengan mencatat waktu 1 menit 27,995 detik.

Pebalap Ferrari, Felipe Massa bergabung ke lintasan beberapa menit kemudian. Sayangnya, pebalap Brasil ini melakukan sedikit kesalahan yang membuatnya keluar lintasan pada tikungan 14.

Setelah melakukan beberapa kali putaran, Nico Rosberg menjadi yang tercepat dengan 1 menit 27,937 detik pada menit 49. Selang tiga menit, ia memperbaikinya menjadi 1 menit 27,217 detik. Sempat tergeser oleh Vettel pada menit 55, Rosberg kembali berkuasa setelah mencatat 1 menit 26,899 detik.

Rosberg hanya bertahan tiga menit di posisi teratas. Vettel yang tergeser ke posisi dua, mempertajam catatan waktunya menjadi 1 menit 26,683 detik dan kembali memimpin.

Fernando Alonso mengalami masalah pada persneling yang memaksanya kembali ke pit pada menit 60. Tak lama berselang, Maldonado kehilangan kontrol hingga mobilnya melintir pada tikungan 13 ke 14. Lewis Hamilton yang sedang melaju di tikungan satu juga sempat keluar lintasan sebelum lanjut memacu mobilnya.

Hingga sesi ini berakhir, Vettel tetap berkuasa dengan menempati posisi satu. Mark Webber menyempurnakan sukses Red Bull dengan mencatat waktu tercepat kedua. Rosberg menyusul di posisi tiga, diikuti Romain Grosjean dan Hamilton di posisi empat dan lima.

Sebelumnya, GP India akhir pekan ini sempat terancam batal karena pihak penyelenggara belum membayar pajak hiburan tahun lalu. Pemilik Sirkuit Buddh Internasional, Jaypee, telah mengatasi masalah tersebut hingga GP India tetap berlangsung sesuai jadwal.

Hasil sesi latihan bebas satu:
1. Sebastian Vettel Germany Red Bull-Renault 1m 26.683s
2. Mark Webber Australia Red Bull-Renault 1m 26.871s
3. Nico Rosberg Germany Mercedes-Mercedes 1m 26.899s
4. Romain Grosjean France Lotus-Renault 1m 26.990s
5. Lewis Hamilton Britain Mercedes-Mercedes 1m 27.227s
6. Jenson Button Britain McLaren-Mercedes 1m 27.335s
7. Sergio Perez Mexico McLaren-Mercedes 1m 27.416s
8. Felipe Massa Brazil Ferrari-Ferrari 1m 27.692s
9. Nico Hulkenberg Germany Sauber-Ferrari 1m 27.770s
10. Valtteri Bottas Finland Williams-Renault 1m 27.800s
11. Jean-Eric Vergne France Toro Rosso-Ferrari 1m 28.035s
12. Fernando Alonso Spain Ferrari-Ferrari 1m 28.214s
13. Daniel Ricciardo Australia Toro Rosso-Ferrari 1m 28.336s
14. Pastor Maldonado Venezuela Williams-Renault 1m 28.342s
15. Adrian Sutil Germany Force India-Mercedes 1m 28.468s
16. Esteban Gutierrez Mexico Sauber-Ferrari 1m 28.538s
17. Kimi Raikkonen Finand Lotus-Renault 1m 28.730s
18. James Calado Britain Force India-Mercedes 1m 29.197s
19. Giedo van der Garde Holland Caterham-Renault 1m 29.413s
20. Jules Bianchi France Marussia-Cosworth 1m 29.560s
21. Charles Pic France Caterham-Renault 1m 30.026s
22. Max Chilton Britain Marussia-Cosworth 1m 30.471s

Editor : Pipit Puspita Rini


23.45 | 0 komentar | Read More

Bank Mana Saja yang Menggunakan Mesin ATM Produksi Diebold?

Written By bopuluh on Rabu, 23 Oktober 2013 | 23.45


JAKARTA, KOMPAS.com -Produsen mesin anjungan tunai mandiri (ATM) asal Ohio, Amerika Serikat (AS), Diebold Inc., melalui anak usahanya diduga melakukan penyuapan terhadap pejabat bank badan usaha milik negara (BUMN) di beberapa negara untuk pengadaan mesin ATM.

Suap pada pejabat bank milik pemerintah di China dan Indonesia diberikan dalam bentuk perjalanan gratis ke tujuan wisata populer di AS dan Eropa. Securities and Exchange Commission (SEC) AS menyatakan Diebold telah setuju untuk membayar lebih dari 48 juta dollar AS untuk menyelesaikan tuduhan SEC dan menyelesaikan masalah kriminal paralel.

Lembaga anti korupsi dan monopoli negeri Paman Sam tersebut memaparkan bahwa anak usaha Diebold di China dan Indonesia menghabiskan sekitar 1,8 juta dollar AS untuk perjalanan, hiburan, dan hadiah lainnya yang tidak pantas untuk pejabat senior dari bank, hal ini disinyalir dapat mempengaruhi keputusan pembelian.

Sekitar  1,6 juta dollar AS atau Rp 17,45 miliar dikeluarkan untuk menyuap pejabat bank milik pemerintah di sana guna melancarkan proyek di China. Sedangkan untuk menyuap pejabat bank BUMN di Indonesia, perusahaan tersebut mengeluarkan dana sebesar 147.000 dollar AS atau setara Rp 1,6 miliar.

Di Indonesia sendiri, terdapat setidaknya dua bank pelat merah yang menggunakan mesin ATM besutan Diebold. Pertama adalah PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk.

Bank Mandiri, hingga Agustus 2013 tercatat memiliki 11.454 ATM. Dari jumlah itu, 10.077 unit adalah mesin ATM tunai, 38 ATM Drive Thru, 43 Mobile, 1.000 ATM non tunai, dan 296 unit ATM setoran tunai.

Bank Mandiri pada saat yang sama bahkan menerima rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) karena berhasil memasang 1.421 ATM dalam satu bulan. Pemasangan ATM yang merupakan hasil kerja sama dengan Diebold itu dilakukan pada Juni 2013 dan tersebar di 31 provinsi.

Mandiri pun telah mengeluarkan investasi Rp 111 miliar untuk membeli 1.500 ATM di tahun ini. Mesin ATM ini terdiri dari berbagai jenis seperti ATM tunai, mobile, setoran tunai, dan drive thru. Transaksi di ATM Mandiri pada periode Januari-Juni 2013 mencapai 442 juta transaksi. Jumlah itu naik 12 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 394 juta transaksi.

Pada posisi Juni, jumlah transaksi melalui ATM mencapai 442 juta transaksi. Angka tersebut tumbuh 12,3 persen. Di periode yang sama tahun lalu, jumlah transaksinya yakni 394 juta transaksi.

Kemudian, volume transaksinya yaitu Rp 366 triliun. Jumlah itu tumbuh 16,7 persen dari Rp 314 triliun. Melalui penambahan ATM tahun ini, Hery menargetkan pertumbuhan jumlah transaksi meningkat 17 persen dan volume transaksi naik 18,5 persen di akhir 2013.

Sementara itu, BRI mengklaim pihaknya tidak lagi menggunakan mesin ATM produksi Diebold sejak 2005. Sampai akhir tahun 2013, BRI menargetkan memiliki mesin ATM sebanyak 20.000 unit. Sepanjang 2013 saja, BRI menargetkan pertumbuhan mesin ATM sebanyak 5.000 unit.

Maret 2013, jumlah mesin ATM BRI tercatat sebanyak 14.367 unit. Pada akhir 2011, jumlah mesin ATM BRI mencapai 7.292 unit, yang meningkat drastis pada 2012 menjadi 14.292 unit. Sayang KONTAN belum dapat menemukan data berapa jumlah mesin ATM produksi Diebold yang digunakan oleh BRI.

Berdasarkan data KONTAN, salah satu distributor mesin ATM Diebold di Indonesia adalah PT Argenta Adhiloka Pratama. Pada April 2010 saja, Argenta berhasil membukukan pendapatan Rp 180 miliar. Hingga akhir 2009, Argenta telah berhasil mendistribusikan 3.400 unit mesin ATM Diebold dan NCR.

Argenta menjual satu unit mesin ATM seharga 8.000 dollar AS hingga 15.000 dollar AS. Penurunan harga mesin ATM membuat Argenta hanya menargetkan penjualan tahun 2010 sebesar Rp 130 miliar. (Dea Chadiza Syafina)

OJK menilai perlu upaya ekstra memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai asuransi…

Editor : Erlangga Djumena


23.45 | 0 komentar | Read More

Polisi Bandung Bekuk 2 Anggota Geng Motor


BANDUNG, KOMPAS.com - Jajaran Polsek Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat, berhasil membekuk dua orang anggota salah satu kelompok geng motor di Kota Bandung.

Berry Prawira (21) dan Asep Indra (22) ditangkap saat menjambret tas milik Cahyaning Syafa di depan Pusat Dakwah Indonesia (Pusdai), Minggu (20/10/2013) malam. Modus yang digunakan kedua tersangka adalah dengan cara memepet motor korbannya kemudian menarik tas tersebut hingga putus.

"Waktu itu korban lagi dibonceng sama laki-laki. Dipepet kemudian langsung ditarik tasnya," ujar Berry saat gelar perkara di markas Polsek Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Kamis (24/10/2013).

Setelah mendapatkan tas korban yang berisi satu ponsel dan uang tunai sebesar Rp 500.000, kedua tersangka yang mengaku anggota dari geng motor Moonraker ini langsung tancap gas menggunakan motor Kawasaki Ninja warna merah.

Namun, keberuntungan kedua senior Moonraker ini berakhir di sebuah gang buntu. Warga sekitar gang buntu curiga dengan gerak-gerik keduanya yang tengah dalam kondisi mabuk. Berry dan Asep pun kemudian dipukuli warga, polisi yang melihat keduanya tengah dipukuli langsung membawa menggiring Berry dan Asep ke Polsekta Cibeunying Kidul.

"Saya sudah tiga tahun jadi anggota geng motor Moonraker Bandung Timur," aku Berry disambut pengakuan Asep yang juga sudah dua tahun menjadi anggota geng motor yang sama. Berry menambahkan, hasil kejahatan mereka rencananya ingin dipakai untuk mabuk-mabukan bersama rekan-rekan sesama geng motor.

Dia juga mengaku tidak hanya sekali melakukan tindakan kriminal seperti menjambret bersama Asep. "Saat ngelakuin (jambret) kita habis minum arak didaerah Cikapayang," jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Polsek Cibeunying Kidul Kompol Nana Mulyatna menambahkan, dalam aksi kriminal yang dilakukan kedua anggota kelompok geng motor ini sudah tidak asing lagi.

"Asep ini yang memetik (menjambret) sementara Berry yang mengemudikan dan memepet motor korban," kata Nana.

Aksi kriminal yang dilakukan oleh para anggota kelompok geng motor di Kota Bandung seperti Berry dan Asep ini memang kerap meresahkan masyarakat. Tak hanya menjambret, mereka bahkan tak segan menggunakan senjata tajam.

"Kita imbau kepada masyarakat agar berhati-hati di jalan raya terutama yang sepi," ujarnya.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku yang terbilang masih muda ini terancam hukuman penjara selama 5 tahun karena dianggap telah melanggar Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Editor : Kistyarini


23.45 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger