Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Tarif Naik, Tol Waru-Perak Dipasang 427 Lampu LED

Written By bopuluh on Selasa, 08 Oktober 2013 | 23.45

SURABAYA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Cabang Surabaya Gempol akan menambah penerangan jalan di ruas jalan tol Waru-Tanjung Perak dengan memasang 427 buah lampu. Ini sebagai bentuk peningkatan pelayanan menyusul naiknya tarif tol sejak 11 Oktober nanti.

Pemasangan lampu itu saat ini tengah berlangsung, dan ditarget akhir Oktober nanti selesai. Tipe lampu yang dipasang adalah Light Emitting Diode (LED) 125 watt, lebih hemat dari jenis sebelumnya yakni Son-T 250 watt.

''Ini untuk mendukung program pemerintah tentang hemat energi,'' kata Agus Purnomo, General Manager PT Jasa Marga Cabang Surabaya Gempol, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (9/10/2013).

Selama ini kata dia, banyak pengguna jalan yang mengeluhkan minimnya penerangan di ruas tol sepanjang 17 kilometer itu. ''Mulai bulan depan saya pastikan sudah terang benderang, dan semoga dapat meminimalisir potensi kecelakaan dan kejahatan di jalan tol,'' tambahnya.

Tidak hanya penerangan jalan, pihaknya juga menambah 16 gardu tol di gerbang tol Dupak yang selama ini terkenal dengan antrean panjangnya. Namun untuk melancarkan arus pembayaran, Gerbang tol Dupak 4 terpaksa dibongkar.

''Pengguna dari arah Gresik bayarnya di gardu Dupak 3 bercampur pengguna yang datang dari arah Pasar Turi,'' terang Agus.

Selain itu, sebanyak 900 pohon jenis mahoni, trembesi, dan bintoro juga akan ditanam di sepanjang jalan tol untuk mengurangi gas emisi kendaraan, serta pemasangan pagar beton untuk keamanan jalur dari station 00.550 hingga station 14.500 Jalur A.

Editor : Kistyarini


23.45 | 0 komentar | Read More

Basuki Minta Pembakar Halte Busway Dipenjara


JAKARTA, KOMPAS.com - Halte Transjakarta Koridor XI dibakar saat terjadinya kerusuhan di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Jakarta Timur, Rabu (9/10/2013) pagi. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan halte yang dibakar massa tersebut akan kembali dibangun, namun pelaku perusakan fasilitas Pemprov DKI tersebut tetap harus ditangkap.

"Ya sudah, bangun lagi (halte yang dibakar-red). Tapi penjarain orang itu," kata Basuki di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (9/10/2013).

Basuki mengatakan, untuk kasus pembakaran halte tersebut tidak mungkin menerapkan sanksi sosial terhadap pelaku pembakaran. Menurutnya, perbuatan tersebut sudah masuk dalam tindakan kriminal.

"Kalau coret-coret sanksi sosial, nah ini mesti tangkap. Kalau membakar sanksinya pidana karena ini sudah kriminal," tegas Basuki.

Sebelumnya, 2.100 personel gabungan aparat Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur dan Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diturunkan dalam eksekusi di lahan yang sudah menjadi sengketa sejak puluhan tahun, antara PT Graha Cipta Kharisma dan warga RT 08 RW 12, Klender, Jakarta Timur. Eksekusi berujung ricuh karena warga melakukan perlawanan.

Situasi yang memanas tersebut membuat warga melakukan pembakaran terhadap ban dan juga halte bus way yang berada di lokasi kejadian. Akibat kejadian ini sendiri jalur di Jalan I Gusti Ngurah Rai pun ditutup oleh petugas kepolisian. Saat ini, jalan sudah dibuka, meski baru satu jalur.

Editor : Ana Shofiana Syatiri


23.45 | 0 komentar | Read More

Hikmat Tomet Dikenal Aktif di Fraksi Golkar

Written By bopuluh on Senin, 07 Oktober 2013 | 23.45


JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Golkar, Hikmat Tomet, sulit ditemui. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sudah lebih dari sepekan dirinya tak hadir di DPR. Pada Selasa (8/10/2013), ruang kerja Hikmat di lantai 12, nomor 1214, Gedung Nusantara I, Kompleks Gedung Parlemen, terkunci rapat.

Ruang kerjanya berdekatan dengan ruang kerja Chairun Nisa, anggota Komisi II dari Fraksi Partai Golkar, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan suap Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

"Terakhir datang pas rapat Banggar (Badan Anggaran), sekitar dua minggu yang lalu," kata salah seorang anggota pengamanan dalam (pamdal) yang menolak dituliskan identitasnya, Selasa siang.


Saat dicoba melihat tingkat kehadiran Hikmat di Komisi V, data tersebut tak dikeluarkan oleh petugas sekretariat Komisi V. Alasannya, harus ada izin dari Ketua Komisi V. Akan tetapi, Ketua Komisi V Laurent Bahang Dama tak dapat dihubungi.

Di sisi lainnya, rekan-rekan sefraksi Hikmat menolak memberi komentar tentang kinerja Hikmat. Ada yang mengaku menolak mengomentari karena merasa tak etis menilai kinerja rekan sefraksinya.

Namun begitu, anggota Fraksi Partai Golkar, Nudirman Munir, menyatakan, Hikmat merupakan anggota Fraksi Partai Golkar yang sangat aktif menyampaikan gagasan dan mengikuti rapat fraksi. Ia juga menganggap tak ada yang dapat dipermasalahkan dari kinerja Hikmat selama ini.

"Terakhir hadir di rapat fraksi minggu lalu, tidak ada masalah. Sebagai anggota fraksi sangat aktif, banyak pendapat yang cukup membantu," ujar Nudirman.

Untuk diketahui, Hikmat Tomet adalah suami dari Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Hikmat kini kembali maju sebagai calon anggota legislatif DPR dari daerah pemilihan Serang-Cilegon.

Saat ini, publik tengah menyorot dinasti politik yang dibangun oleh Atut. Sorotan semakin tajam pascapenangkapan dan penetapan adik kandung Atut, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan dugaan melakukan suap terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi (kini nonaktif) Akil Mochtar. Wawan diduga melakukan suap terkait sengketa Pilkada Lebak yang ditangani MK.

Pascapenetapan Wawan sebagai tersangka, KPK juga mencegah Atut ke luar negeri selama 6 bulan untuk kepentingan penyidikan kasus ini. Serentetan peristiwa ini kemudian memunculkan pertanyaan, bagaimana kelanggengan dinasti keluarga Atut di Banten setelah dua sosok kuncinya harus berurusan dengan hukum?

Pengamat politik Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Gandung Ismanto, memprediksi akan terjadi "tsunami" politik di Banten. 

"Dampak terbesarnya akan terjadi 'tsunami' politik karena secara simbolis, Atut merupakan putri pertama dari penguasa Banten di masa lalu (Chasan Sochib)," kata Gandung, Senin (7/10/2013).

Dalam keluarga besar Chasan Sochib, kata Gandung, Wawan memiliki peran sentral di dalam dinasti kepemimpinan Atut di Banten. Ketika ayahnya masih menjadi penguasa Banten, Chasan membangun pilar kultural untuk mengonsolidasikan kekuatan para jawara di Banten. Konsolidasi kekuatan itu sampai saat ini masih terus tertata rapi, meski Chasan telah meninggal dunia.

Saat ini, menurutnya, konsolidasi tersebut diwariskan kepada Wawan. Lebih lanjut, ia mengatakan, Wawan yang saat ini menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten semakin menguatkan posisi keluarga Atut dalam lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.

Selain Atut dan Wawan, anggota keluarga lainnya juga menduduki posisi penting di Banten dan di tingkat pusat adalah Hikmat Tomet (suami Atut) yang menjadi anggota Komisi V DPR RI; Andhika Hazrumy (anak pertama Atut), anggota DPD dari Provinsi Banten; dan Ade Rosi Khairunnisa (Istri Andhika), saat ini Wakil Ketua DPRD Kota Serang. Lalu, Andiara Aprilia Hikmat (anak kedua Atut), calon anggota DPR RI; Tanto Warsono Arban (suami Andiara), calon anggota DPR RI; Heryani (ibu tiri Atut) Wakil Bupati Pandeglang; Ratu Tatu Chassanah (adik kandung Atut), Wakil Bupati Serang; Tubagus Chaerul Jaman (adik tiri Atut), Wali Kota Serang; dan Airin Rachmi Diany (istri Wawan), Wali Kota Tangerang Selatan.

"Atut yang membangun pemerintahan, dia (Wawan) yang mengatur siapa yang dipromosikan, me-nonjob-kan orang, siapa yang jadi kadis (kepala dinas), dan itu dapurnya ada di Kadin," kata Gandung.

Gandung mengatakan, penangkapan Wawan oleh KPK tentu saja akan memberikan dampak yang besar bagi kelangsungan dinasti Atut, terutama pada Pemilu 2014. Pasalnya, sejumlah anggota keluarga Atut mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, seperti Andhika Hazrumy yang maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR dari daerah pemilihan atau dapil Pandeglang-Lebak; Hikmat Tomet sebagai caleg DPR dari dapil Serang-Cilegon; dan Ade Rosi Khairunnisa yang maju sebagai caleg DPR dari dapil Kota Serang.

Editor : Caroline Damanik


23.45 | 0 komentar | Read More

Calon Bupati Seluma Bertekad Buktikan Kecurangan Akil

BENGKULU, KOMPAS.com - Calon Bupati Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu 2010, Rosnaini Abidin mengaku tengah menyiapkan pembuktian hukum untuk mengungkapkan kecurangan yang pernah dilakukan oleh Akil Mochtar dalam menangani kasus sengketa Pilkada Kabupaten Seluma.

"Saya Pastikan saya akan membuka semua data kecurangan yang sudah dilakukan oleh hakim Akil, semua bukti saya telah ada, dalam waktu dekat saya akan tunjukkan semua dengan pers," kata Rosnaini.

Rosnani Abidin mengaku, dalam sengketa Pilkada Kabupaten Seluma 2010 permohonanya untuk melakukan gugatan atas hasil Pilkada tersebut sempat dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi, bahkan pengumuman tersebut sempat diumumkan melalui website resmi MK tertanggal 6 /8/2010 dengan nomor perkara 95/PHPU.D-/VIII/2010 perihal perselisian hasil pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah Kabupaten Seluma. Putusannya diterima/dikabulkan hingga pukul 02.00 WIB.

Namun keesokan harinya, dalam persidangan semua gugatan ditolak oleh majelis hakim yang dipimpin oleh Akil Mochtar. Setelah sidang putusan semuanya terbalik dan gugatanya ditolak. Hal ini tidak sesuai dengan pengumuman yang ada di website.

Rosnaini juga menuding ada permainan uang dalam sidang perkara tersebut dan siap mempublikasikannya kepada publik. "Saya akan buka semua sekarang sedang kita kumpulkan fakta hukumnya," kata Rosnaini.

Perkara Pilkada Seluma ditangani oleh Mahkamah Konstitusi pada 2010 dengan pasangan Rosnaini Abidin-Bustami TH menggugat pasangan Murman Effendi dan Bundra Jaya.

Editor : Glori K. Wadrianto


23.45 | 0 komentar | Read More

Kejaksaan Lelang Aset Terpidana Korupsi APBD Aru

Written By bopuluh on Minggu, 06 Oktober 2013 | 23.45


DOBO, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, berencana melelang sejumlah aset dan kekayaan milik dua terpidana korupsi dana APBD Aru yakni mantan Bupati Aru, Theddy Tengko dan mantan Kabag Keuangan Setda Kepulauan Aru, Moh Raharusun guna menutupi kerugian negara sesuai putusan pengadilan.

Kepala Kejaksaan Negeri Dobo, J. Manulang, mengatakan, aset kedua terpidana tersebut akan dilelang karena keduanya belum melaksanakan kewajiban mereka sesuai aturan yang berlaku untuk membayar denda serta uang pengganti kepada negara.

"Keduanya telah menjalani hukuman, namun keduanya belum membayar denda dan uang pengganti sesuai putusan pengadilan sehingga kita harus melelang aset milik dua terpidana korupsi ini," kata Manulang, Senin (7/10/2013).

Kejaksaan terpaksa mengambil langkah tegas untuk melelang aset kedua terpidana ini lantaran meski sudah diminta untuk memenuhi kewajibannya, keduanya belum juga membayar denda serta uang pengganti kepada negara.

Menurut Manulang, aset berupa sebidang tanah mililk Raharusun yang terletak di dekat Bandara Rar Gwamar Dobo dalam waktu dekat ini akan dilelang sebab yang bersangkutan belum menyetor uang ganti rugi kepada negara sesuai yang diperintahkan dalam amar putusan majelis hakim PN Ambon sebesar Rp 31 miliar.

Kejaksaan kata Manulang juga akan menelusuri aset milik Raharusun di tempat lain untuk disita dan dilelang sebab nilai aset tanah milik Raharusun di dekat bandara tidak mencukupi jumlah nilai uang pengganti yang harus dibayarkan ke negara.

Selain itu, Kejaksaan Negeri Dobo juga akan menerbitkan surat perintah penelusuran aset atau harta kekayaan milik mantan Bupati Teddy Tengko yang diduga kuat berada di luar daerah seperti Jawa Timur. "Kemungkinan aset milik Teddy Tengko berada di luar Maluku seperti di Malang dan Surabaya, sehingga kita akan telusuri kesana juga,"ujarnya.

Editor : Kistyarini


23.45 | 0 komentar | Read More

Sambangi KPK, BNN Ambil Urin Akil

Written By bopuluh on Sabtu, 05 Oktober 2013 | 23.45


JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Minggu (6/10/2013). Kepala Sub Direktorat Heroin Deputi Bidang Pemberantasan BNN Slamet Pribadi mengungkapkan, kedatangan sejumlah petugas BNN hari ini untuk mengambil contoh urin Ketua Mahkamah Konstitusi nonaktif Akil Mochtar yang ditahan di Rumah Tahanan KPK.

"Mau ambil urin, (prosesnya) sekitar dua jam," kata Slamet di Gedung KPK.

Tampak sekitar enam petugas BNN, termasuk Slamet, yang tiba di Gedung KPK dengan mengenakan seragam BNN berwarna merah-putih. Dalam rombongan itu, ada Humas BNN Sumirat Dwiyanto. Kepada media, Sumirat mengatakan bahwa BNN akan berkoordinasi dengan KPK terlebih dahulu.

"Kita koordinasi dulu, nanti dengan teman-teman KPK, nanti akan kami jelaskan setelah ini," ujar Sumirat.

Sebelumnya, MK meminta BNN untuk menguji ganja dan ineks yang ditemukan tim penyidik KPK saat menggeledah ruang kerja Akil di kantor MK, beberapa waktu lalu. Penyidik KPK menemukan tiga linting ganja utuh, satu linting ganja yang sudah dipakai, dan dua buah pil berwarna hijau dan ungu.

BNN kemudian melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah barang yang diserahkan oleh MK tersebut. Pengujian laboratorium selesai dilakukan pada Sabtu (5/10/2013). Namun, BNN belum mengungkapkan hasilnya kepada media. Alasannya, hal itu merupakan kewenangan MK.

Adapun Akil ditetapkan KPK sebagai tersangka atas dugaan menerima pemberian hadiah atau janji berupa uang terkait kepengurusan sengketa pemilihan kepala derah di Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dan di Lebak, Banten.

Editor : Hindra Liauw


23.45 | 0 komentar | Read More

Sukses, PKL Night Market Digelar Lagi Pekan Depan


JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan DKI Andi Baso mengatakan, acara PKL Night Market yang digelar pada Sabtu, 5 September 2013 kemarin, sukses. Oleh sebab itu, acara serupa akan kembali digelar pekan depan.

"Pak Jokowi sangat suprised, karena meskipun hujan, tetap penuh, sehingga pekan depan akan diadakan lagi," ujar Andi saat dihubungi, Minggu (6/10/2013) siang.

Andi kagum atas antusiasme masyarakat di DKI. Pengunjung memenuhi sepanjang jalan acara itu. Bahkan, meski acara yang dinamakan pesta pedagang kaki lima tersebut telah memasuki waktu penutupan, yakni 23.00 WIB, para pengunjung terutama para muda-mudi, masih beraktivitas.

Andi juga menjadikan barang-barang yang diperdagangkan menjadi indikator keberhasilan. Menurutnya, hampir semua barang dagangan para PKL laku keras oleh pengunjung dalam acara itu. "Omzetnya masih kita hitung sih. Tapi gambaran umumnya gini aja, tukang jual minuman saja bisa sampai Rp 3 juta omzetnya. Apalagi yang lain," lanjut Andi.

Meski secara umum dianggap berhasil, Andi pun mengakui masih ada hal yang yang dianggap kurang, yakni penerangan di tenda acara. Andi pun memastikan, acara serupa di waktu yang akan datang, kelemahan tersebut akan diperbaiki.

Tak hanya itu, di PKL Night Market pekan depan pihaknya akan menyediakan tempat lesehan bagi pemuda-pemudi. "Mungkin nanti akan disiapkan agar pengunjung tetap bisa beraktivitas meski hujan.  Lihat besok ya," lanjutnya. (C18-11)

Editor : Hindra Liauw


23.45 | 0 komentar | Read More

KOMPAS.com

Written By bopuluh on Jumat, 04 Oktober 2013 | 23.45

KOMPAS.comKOMPAS.comKenali Luka Gigitan Hewan dengan RabiesVettel Lagi-lagi Tercepat pada Sesi KualifikasiVaksinasi Rabies, Sayangi Hewan Lindungi ManusiaMegawati Sarankan Jokowi Hijaukan DKI dengan BeringinSalam Cinta Indonesia dari LovinaDianggap Teman atau Kekasih?Tjahjo: Ada Skenario Politik di Balik Penangkapan Ketua MKUjian Nasional Tak Bisa Tentukan Kualitas SiswaKetua KPK: Dunia Serasa Akan RuntuhJahe dan Bawang Putih untuk Melangsingkan?Antre Sejak Dini Hari Demi Voucher H&M Sejuta RupiahAkil Ditangkap, PKB Hitung Calon Kepala Daerah yang Dirugikan MKTiga Warga Medan Tewas TerpanggangHUT Ke-68 TNI, Aremania Bentangkan Merah Putih RaksasaWarga Kreatif di Kota Kreatif

http://www.kompas.com/ News and Service Sat, 05 Oct 2013 13:43:47 +0700 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://health.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1343123/Kenali.Luka.Gigitan.Hewan.dengan.Rabies. Sat, 05 Oct 2013 13:43:12 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/06/06/1616281-warga-iran-pelihara-anjing-p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Luka gigitan hewan dengan rabies berbeda jenisnya termasuk penanganannya. Prinsip awal penanganan adalah pencucian. Luka harus dicuci dengan sabun atau deterjen menggunakan air mengalir, selama 10-15 menit. <a href="http://health.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1343123/Kenali.Luka.Gigitan.Hewan.dengan.Rabies.">[...]</a> http://health.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1343123/Kenali.Luka.Gigitan.Hewan.dengan.Rabies. http://olahraga.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1331525/Vettel.Lagi.lagi.Tercepat.pada.Sesi.Kualifikasi Sat, 05 Oct 2013 13:31:52 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/10/05/1320272vettel-0610p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sebastan Vettel kembali jadi penguasa sesi kualifikasi. Pebalap Jerman ini meraih pole position GP Korea setelah mencatat waktu tercepat pada sesi kualifikasi, Sabtu (6/10/2013). <a href="http://olahraga.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1331525/Vettel.Lagi.lagi.Tercepat.pada.Sesi.Kualifikasi">[...]</a> http://olahraga.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1331525/Vettel.Lagi-lagi.Tercepat.pada.Sesi.Kualifikasi http://health.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1323468/Vaksinasi.Rabies.Sayangi.Hewan.Lindungi.Manusia Sat, 05 Oct 2013 13:23:46 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/11/1042073-anjing-peliharaan-p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Hewan yang berpotensi terserang rabies sebaiknya diberi suntikan segera setelah lahir. Hal ini dikarenakan virus rabies bisa segera menyerang tanpa memandang umur hewan. Vaksinasi pada hewan juga melindungi jiwa si pemeliharanya. <a href="http://health.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1323468/Vaksinasi.Rabies.Sayangi.Hewan.Lindungi.Manusia">[...]</a> http://health.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1323468/Vaksinasi.Rabies.Sayangi.Hewan.Lindungi.Manusia http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1310295/Megawati.Sarankan.Jokowi.Hijaukan.DKI.dengan.Beringin Sat, 05 Oct 2013 13:10:29 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/09/07/183622520130907-152737-resizedp.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengunjungi Waduk Pluit bersama Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri menggunakan Alphard hitam milik Megawati. Dalam kunjungan mendadak tersebut, Megawati menyarankan kepada Jokowi agar segera menghijaukan J <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1310295/Megawati.Sarankan.Jokowi.Hijaukan.DKI.dengan.Beringin">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1310295/Megawati.Sarankan.Jokowi.Hijaukan.DKI.dengan.Beringin http://travel.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1309201/Salam.Cinta.Indonesia.dari.Lovina Sat, 05 Oct 2013 13:09:20 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/10/05/1304349pantai-lovinaap.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Semilir angin ditingkahi debur ombak menyambut kedatangan kami di Pantai Lovina, Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1309201/Salam.Cinta.Indonesia.dari.Lovina">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1309201/Salam.Cinta.Indonesia.dari.Lovina http://female.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1306509/Dianggap.Teman.atau.Kekasih. Sat, 05 Oct 2013 13:06:50 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/10/05/1216083shutterstock-61411084p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Daripada sibuk bertanya-tanya dalam hati, perhatikan 5 hal berikut untuk mengetahui apakah Anda kekasihnya atau bukan. <a href="http://female.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1306509/Dianggap.Teman.atau.Kekasih.">[...]</a> http://female.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1306509/Dianggap.Teman.atau.Kekasih. http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1259246/Tjahjo.Ada.Skenario.Politik.di.Balik.Penangkapan.Ketua.MK Sat, 05 Oct 2013 12:59:24 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/05/1804083-konpers-pdip-p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">“Ada hal yang menarik. Terkait kasus ketua MK Akil Mochtar, tiba-tiba Presiden mengucapkan terima kasih kepada KPK yang telah menangkap Akil. (Jadi), ada skenario untuk mendelegitimasi MK,� <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1259246/Tjahjo.Ada.Skenario.Politik.di.Balik.Penangkapan.Ketua.MK">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1259246/Tjahjo.Ada.Skenario.Politik.di.Balik.Penangkapan.Ketua.MK http://edukasi.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1252221/Ujian.Nasional.Tak.Bisa.Tentukan.Kualitas.Siswa Sat, 05 Oct 2013 12:52:22 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/09/24/1654308IMG01314-20130924-1304p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pelaksanaan ujian nasional dinilai tidak dapat menjadi penentu kualitas hasil belajar siswa selama menempuh pendidikan di sekolah. Sayangnya, pemerintah justru menjadikan ujian nasional sebagai alat ukur keberhasilan pendidikan. <a href="http://edukasi.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1252221/Ujian.Nasional.Tak.Bisa.Tentukan.Kualitas.Siswa">[...]</a> http://edukasi.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1252221/Ujian.Nasional.Tak.Bisa.Tentukan.Kualitas.Siswa http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1248346/Ketua.KPK.Dunia.Serasa.Akan.Runtuh Sat, 05 Oct 2013 12:48:34 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/10/04/0100097AkilMochtarDitangkapKPK141380816853-previewp.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad menyadari praktik korupsi di Indonesia sudah teramat parah. Abraham bahkan mengatakan dunia serasa akan runtuh ketika KPK mengetahui Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar turut terlibat permainan uang itu. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1248346/Ketua.KPK.Dunia.Serasa.Akan.Runtuh">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1248346/Ketua.KPK.Dunia.Serasa.Akan.Runtuh http://health.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1248320/Jahe.dan.Bawang.Putih.untuk.Melangsingkan. Sat, 05 Oct 2013 12:48:32 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/06/1838486-bawang-putih-bawang-p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Jahe dan bawang putih mengandung bahan aktif yang banyak bermanfaat untuk kesehatan, namun belum ada penelitian jahe dan bawang putih bisa melangsingkan tubuh. <a href="http://health.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1248320/Jahe.dan.Bawang.Putih.untuk.Melangsingkan.">[...]</a> http://health.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1248320/Jahe.dan.Bawang.Putih.untuk.Melangsingkan. http://female.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1246523/Antre.Sejak.Dini.Hari.Demi.Voucher.H.M.Sejuta.Rupiah Sat, 05 Oct 2013 12:46:52 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/10/05/124505020131005-103503-resizedp.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Demi mendapatkan voucher senilai satu juta rupiah pada pembukaan toko pertama H&M di Mal Gandaria City, Jakarta, Suyadi rela antre sejak pukul 1 dini hari. <a href="http://female.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1246523/Antre.Sejak.Dini.Hari.Demi.Voucher.H.M.Sejuta.Rupiah">[...]</a> http://female.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1246523/Antre.Sejak.Dini.Hari.Demi.Voucher.H.M.Sejuta.Rupiah http://regional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1241579/Akil.Ditangkap.PKB.Hitung.Calon.Kepala.Daerah.yang.Dirugikan.MK Sat, 05 Oct 2013 12:41:57 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/10/05/1210358cakiminp.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pasca-penangkapan Ketua MK Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar mengaku tengah menghitung kemungkinan para calon kepala daerah dari partainya yang dirugikan oleh putusan MK di bawah Akil Mo <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1241579/Akil.Ditangkap.PKB.Hitung.Calon.Kepala.Daerah.yang.Dirugikan.MK">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1241579/Akil.Ditangkap.PKB.Hitung.Calon.Kepala.Daerah.yang.Dirugikan.MK http://regional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1231355/Tiga.Warga.Medan.Tewas.Terpanggang Sat, 05 Oct 2013 12:31:35 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/08/20/0949161aakebakaranp.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Tiga warga Jalan Arif Rahman Hakim, Kelurahan Tegal Sari 2, Kota Medan, Sumatera Utara, tewas terbakar pada Sabtu (5/10/2013) dini hari. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1231355/Tiga.Warga.Medan.Tewas.Terpanggang">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1231355/Tiga.Warga.Medan.Tewas.Terpanggang http://regional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1226320/HUT.Ke.68.TNI.Aremania.Bentangkan.Merah.Putih.Raksasa. Sat, 05 Oct 2013 12:26:32 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/10/05/1118109AremaniadanTNIp.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Suporter tim Arema Malang, Aremania dan anggota TNI membentangkan bendera merah putih raksasa saat upacara HUT TNI ke-68 di lapangan Rampal, Kota Malang, Sabtu (5/10/2013). Acara tersebut dihadiri ratusan Aremania dan ribuan warga Malang. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1226320/HUT.Ke.68.TNI.Aremania.Bentangkan.Merah.Putih.Raksasa.">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1226320/HUT.Ke-68.TNI.Aremania.Bentangkan.Merah.Putih.Raksasa. http://travel.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1224290/Warga.Kreatif.di.Kota.Kreatif Sat, 05 Oct 2013 12:24:29 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/10/04/1301172aduk-adonanp.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sepanjang awal pekan ini, Tim Ekspedisi Sabang-Merauke menjelajah Jawa dan Bali, meninggalkan Pulau Sumatera. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1224290/Warga.Kreatif.di.Kota.Kreatif">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1224290/Warga.Kreatif.di.Kota.Kreatif

KOMPAS.comKOMPAS.comKenali Luka Gigitan Hewan dengan RabiesVettel Lagi-lagi Tercepat pada Sesi KualifikasiVaksinasi Rabies, Sayangi Hewan Lindungi ManusiaMegawati Sarankan Jokowi Hijaukan DKI dengan BeringinSalam Cinta Indonesia dari LovinaDianggap Teman atau Kekasih?Tjahjo: Ada Skenario Politik di Balik Penangkapan Ketua MKUjian Nasional Tak Bisa Tentukan Kualitas SiswaKetua KPK: Dunia Serasa Akan RuntuhJahe dan Bawang Putih untuk Melangsingkan?Antre Sejak Dini Hari Demi Voucher H&M Sejuta RupiahAkil Ditangkap, PKB Hitung Calon Kepala Daerah yang Dirugikan MKTiga Warga Medan Tewas TerpanggangHUT Ke-68 TNI, Aremania Bentangkan Merah Putih RaksasaWarga Kreatif di Kota Kreatif

http://www.kompas.com/ News and Service Sat, 05 Oct 2013 13:43:47 +0700 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://health.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1343123/Kenali.Luka.Gigitan.Hewan.dengan.Rabies. Sat, 05 Oct 2013 13:43:12 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/06/06/1616281-warga-iran-pelihara-anjing-p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Luka gigitan hewan dengan rabies berbeda jenisnya termasuk penanganannya. Prinsip awal penanganan adalah pencucian. Luka harus dicuci dengan sabun atau deterjen menggunakan air mengalir, selama 10-15 menit. <a href="http://health.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1343123/Kenali.Luka.Gigitan.Hewan.dengan.Rabies.">[...]</a> http://health.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1343123/Kenali.Luka.Gigitan.Hewan.dengan.Rabies. http://olahraga.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1331525/Vettel.Lagi.lagi.Tercepat.pada.Sesi.Kualifikasi Sat, 05 Oct 2013 13:31:52 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/10/05/1320272vettel-0610p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sebastan Vettel kembali jadi penguasa sesi kualifikasi. Pebalap Jerman ini meraih pole position GP Korea setelah mencatat waktu tercepat pada sesi kualifikasi, Sabtu (6/10/2013). <a href="http://olahraga.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1331525/Vettel.Lagi.lagi.Tercepat.pada.Sesi.Kualifikasi">[...]</a> http://olahraga.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1331525/Vettel.Lagi-lagi.Tercepat.pada.Sesi.Kualifikasi http://health.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1323468/Vaksinasi.Rabies.Sayangi.Hewan.Lindungi.Manusia Sat, 05 Oct 2013 13:23:46 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/11/1042073-anjing-peliharaan-p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Hewan yang berpotensi terserang rabies sebaiknya diberi suntikan segera setelah lahir. Hal ini dikarenakan virus rabies bisa segera menyerang tanpa memandang umur hewan. Vaksinasi pada hewan juga melindungi jiwa si pemeliharanya. <a href="http://health.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1323468/Vaksinasi.Rabies.Sayangi.Hewan.Lindungi.Manusia">[...]</a> http://health.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1323468/Vaksinasi.Rabies.Sayangi.Hewan.Lindungi.Manusia http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1310295/Megawati.Sarankan.Jokowi.Hijaukan.DKI.dengan.Beringin Sat, 05 Oct 2013 13:10:29 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/09/07/183622520130907-152737-resizedp.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengunjungi Waduk Pluit bersama Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri menggunakan Alphard hitam milik Megawati. Dalam kunjungan mendadak tersebut, Megawati menyarankan kepada Jokowi agar segera menghijaukan J <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1310295/Megawati.Sarankan.Jokowi.Hijaukan.DKI.dengan.Beringin">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1310295/Megawati.Sarankan.Jokowi.Hijaukan.DKI.dengan.Beringin http://travel.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1309201/Salam.Cinta.Indonesia.dari.Lovina Sat, 05 Oct 2013 13:09:20 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/10/05/1304349pantai-lovinaap.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Semilir angin ditingkahi debur ombak menyambut kedatangan kami di Pantai Lovina, Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1309201/Salam.Cinta.Indonesia.dari.Lovina">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1309201/Salam.Cinta.Indonesia.dari.Lovina http://female.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1306509/Dianggap.Teman.atau.Kekasih. Sat, 05 Oct 2013 13:06:50 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/10/05/1216083shutterstock-61411084p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Daripada sibuk bertanya-tanya dalam hati, perhatikan 5 hal berikut untuk mengetahui apakah Anda kekasihnya atau bukan. <a href="http://female.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1306509/Dianggap.Teman.atau.Kekasih.">[...]</a> http://female.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1306509/Dianggap.Teman.atau.Kekasih. http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1259246/Tjahjo.Ada.Skenario.Politik.di.Balik.Penangkapan.Ketua.MK Sat, 05 Oct 2013 12:59:24 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/05/1804083-konpers-pdip-p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">“Ada hal yang menarik. Terkait kasus ketua MK Akil Mochtar, tiba-tiba Presiden mengucapkan terima kasih kepada KPK yang telah menangkap Akil. (Jadi), ada skenario untuk mendelegitimasi MK,� <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1259246/Tjahjo.Ada.Skenario.Politik.di.Balik.Penangkapan.Ketua.MK">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1259246/Tjahjo.Ada.Skenario.Politik.di.Balik.Penangkapan.Ketua.MK http://edukasi.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1252221/Ujian.Nasional.Tak.Bisa.Tentukan.Kualitas.Siswa Sat, 05 Oct 2013 12:52:22 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/09/24/1654308IMG01314-20130924-1304p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pelaksanaan ujian nasional dinilai tidak dapat menjadi penentu kualitas hasil belajar siswa selama menempuh pendidikan di sekolah. Sayangnya, pemerintah justru menjadikan ujian nasional sebagai alat ukur keberhasilan pendidikan. <a href="http://edukasi.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1252221/Ujian.Nasional.Tak.Bisa.Tentukan.Kualitas.Siswa">[...]</a> http://edukasi.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1252221/Ujian.Nasional.Tak.Bisa.Tentukan.Kualitas.Siswa http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1248346/Ketua.KPK.Dunia.Serasa.Akan.Runtuh Sat, 05 Oct 2013 12:48:34 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/10/04/0100097AkilMochtarDitangkapKPK141380816853-previewp.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad menyadari praktik korupsi di Indonesia sudah teramat parah. Abraham bahkan mengatakan dunia serasa akan runtuh ketika KPK mengetahui Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar turut terlibat permainan uang itu. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1248346/Ketua.KPK.Dunia.Serasa.Akan.Runtuh">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1248346/Ketua.KPK.Dunia.Serasa.Akan.Runtuh http://health.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1248320/Jahe.dan.Bawang.Putih.untuk.Melangsingkan. Sat, 05 Oct 2013 12:48:32 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/06/1838486-bawang-putih-bawang-p.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Jahe dan bawang putih mengandung bahan aktif yang banyak bermanfaat untuk kesehatan, namun belum ada penelitian jahe dan bawang putih bisa melangsingkan tubuh. <a href="http://health.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1248320/Jahe.dan.Bawang.Putih.untuk.Melangsingkan.">[...]</a> http://health.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1248320/Jahe.dan.Bawang.Putih.untuk.Melangsingkan. http://female.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1246523/Antre.Sejak.Dini.Hari.Demi.Voucher.H.M.Sejuta.Rupiah Sat, 05 Oct 2013 12:46:52 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/10/05/124505020131005-103503-resizedp.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Demi mendapatkan voucher senilai satu juta rupiah pada pembukaan toko pertama H&M di Mal Gandaria City, Jakarta, Suyadi rela antre sejak pukul 1 dini hari. <a href="http://female.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1246523/Antre.Sejak.Dini.Hari.Demi.Voucher.H.M.Sejuta.Rupiah">[...]</a> http://female.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1246523/Antre.Sejak.Dini.Hari.Demi.Voucher.H.M.Sejuta.Rupiah http://regional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1241579/Akil.Ditangkap.PKB.Hitung.Calon.Kepala.Daerah.yang.Dirugikan.MK Sat, 05 Oct 2013 12:41:57 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/10/05/1210358cakiminp.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pasca-penangkapan Ketua MK Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar mengaku tengah menghitung kemungkinan para calon kepala daerah dari partainya yang dirugikan oleh putusan MK di bawah Akil Mo <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1241579/Akil.Ditangkap.PKB.Hitung.Calon.Kepala.Daerah.yang.Dirugikan.MK">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1241579/Akil.Ditangkap.PKB.Hitung.Calon.Kepala.Daerah.yang.Dirugikan.MK http://regional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1231355/Tiga.Warga.Medan.Tewas.Terpanggang Sat, 05 Oct 2013 12:31:35 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/08/20/0949161aakebakaranp.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Tiga warga Jalan Arif Rahman Hakim, Kelurahan Tegal Sari 2, Kota Medan, Sumatera Utara, tewas terbakar pada Sabtu (5/10/2013) dini hari. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1231355/Tiga.Warga.Medan.Tewas.Terpanggang">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1231355/Tiga.Warga.Medan.Tewas.Terpanggang http://regional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1226320/HUT.Ke.68.TNI.Aremania.Bentangkan.Merah.Putih.Raksasa. Sat, 05 Oct 2013 12:26:32 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/10/05/1118109AremaniadanTNIp.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Suporter tim Arema Malang, Aremania dan anggota TNI membentangkan bendera merah putih raksasa saat upacara HUT TNI ke-68 di lapangan Rampal, Kota Malang, Sabtu (5/10/2013). Acara tersebut dihadiri ratusan Aremania dan ribuan warga Malang. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1226320/HUT.Ke.68.TNI.Aremania.Bentangkan.Merah.Putih.Raksasa.">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1226320/HUT.Ke-68.TNI.Aremania.Bentangkan.Merah.Putih.Raksasa. http://travel.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1224290/Warga.Kreatif.di.Kota.Kreatif Sat, 05 Oct 2013 12:24:29 +0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/10/04/1301172aduk-adonanp.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sepanjang awal pekan ini, Tim Ekspedisi Sabang-Merauke menjelajah Jawa dan Bali, meninggalkan Pulau Sumatera. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1224290/Warga.Kreatif.di.Kota.Kreatif">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1224290/Warga.Kreatif.di.Kota.Kreatif


23.45 | 0 komentar | Read More

Menjajal \"Modul Lensa Android-iPhone\" Besutan Sony

Written By bopuluh on Kamis, 03 Oktober 2013 | 23.45

Sony Smart Lens DSC-QX10

JAKARTA, KOMPAS.com - Perangkat Smart Lens DSC-QX100 dan QX-10 dari Sony terbilang unik. Keduanya memungkinkan pengguna smartphone mengambil foto berkualitas tinggi tanpa perlu beralih menggunakan kamera digital sungguhan.

Seperti apa persisnya konsep yang ditawarkan serta bagaimana cara menggunakan QX100 dan QX10? Kompas Tekno berkesempatan menjajal kedua perangkat tersebut yang turut hadir dalam acara peluncuran Sony Xperia Z1 di Jakarta, Rabu (2/10/2013). Berikut ulasan singkatnya.

Desain unik

Duet modul "upgade lensa smartphone" ini sebenarnya merupakan kamera utuh, lengkap dengan lensa zoom, sensor, chip pemroses gambar, baterai, bahkan slot kartu memori micro-sd sendiri.

Yang absen hanyalah LCD untuk keperluan membidik foto. Sebagai gantinya, dipakailah layar smartphone. QX100 dan QX10 bisa dipasang di tubuh ponsel pintar dan dikendalikan dari display perangkat tersebut.

Penjepit smartphone pada bagian belakang DSC-QX100

Caranya, cukup dengan meregangkan salah satu dari dua "kait" di bagian belakang, seperti pada gambar di atas. Nah, kedua kait inilah yang akan "menggenggam" bagian samping smartphone untuk menahan QX100 atau QX10 dalam posisinya di sisi belakang.

Metode ini memungkinkan QX100 dan QX10 dipasang di berbagai jenis perangkat Android dan iPhone. Saat dicoba, modul lensa masih bisa terpasang pada Samsung Galaxy S4 dan Sony Xperia Z1 yang masing-masing memiliki bentang layar 5 inci.

Smart Lens DSC-QX100 terpasang pada punggung Samsung Galaxy S4

Baik QX100 maupun QX10 pun kompatibel dengan perangkat-perangkat iPhone dan Android di luar merk Sony. Untuk menyambungkan smartphone ke dua lensa pintar tersebut, pengguna cukup mengunduh aplikasi Sony Play Memories dari Google Play atau App Store.

Cara menyambungkannya juga mudah, hanya dengan menyalakan modul lensa dan menjalankan Play Memories. Aplikasi tersebut kemudian akan mendeteksi dan menyambungkan smartphone dengan modul lensa melalui koneksi direct WiFi secara otomatis dan menampilkan layar pengendali di display ponsel.

Apabila ponsel pintar yang bersangkutan memiliki fitur NFC, cara menyambungkannya bahkan lebih mudah lagi. Cukup dengan menempelkan bagian NFC pada smartphone dengan modul lensa (ditandai dengan logo NFC), aplikasi Play Memories pun akan meluncur dan menyambungkan kedua perangkat tanpa campur tangan  lebih jauh dari pengguna.

Sendiri atau berdua

Antarmuka jendela bidik DSC-QX100 melalui aplikasi Play Memories di ponsel Android (Sony Xperia Z1)

Antarmuka jendela bidik DSC-QX100 melalui aplikasi Play Memories di ponsel Android (Sony Xperia Z1)

Begitu tersambung, maka layar smartphone akan menampilkan jendela bidik QX100 atau QX10. Gambar di layar mewakili apa yang sedang dilihat oleh modul lensa. Kendali bisa dilakukan lewat smartphone, mulai dari melakukan zoom, mengubah exposure mode, exposure compensation, nilai aperture, white balance, hingga aspect ratio. Mode "Program" dan "Aperture Priority" disediakan, tapi tak ada pilihan manual.

Karena menggunakan WiFi sebagai media penghubung, kedua alat ini pun bisa dikendalikan dari jarak jauh alias tidak harus tertempel ke smartphone. Sony pun tak lupa melengkapi QX100 dan QX10 dengan lubang mounting tripod sehingga kedua alat ini bisa didudukkan di penyangga berkaki tiga itu.

Sony Smart Lens bisa dipasang di tripod, diletakkan di berbagai tempat lain, atau digenggam dengan sebelah tangan. Kendali dilakukan lewat smartphone dari kejauhan

Cara ini disebut Marketing Manager Sony Mobile Communications Indonesia Ika Paramita bisa mempermudah proses pengambilan gambar sekaligus membuka banyak peluang kreatif untuk menjepret foto.

Pengguna, misalnya, bisa menempatkan modul lensa di lantai, tempat tinggi, atau bahkan ruangan terpisah dan membidik serta mengambil gambar lewat smartphone. Bisa pula melakukan foto diri dengan lebih mudah karena hasil framing gambar terlihat jelas lewat smartphone di tangan, sementara modul kamera ditempatkan menghadap ke arah pengguna di sisi berseberangan.

Karena memiliki slot kartu memori sendiri, QX100 dan QX10 mempu menyimpan foto secara independen. Pengguna bisa memilih untuk merekam hasil bidikan di memori smartphone dan modul lensa ini, atau hanya salah satunya.

Sony Smart Lens DSC-QX100

Kedua modul lensa pintar dari Sony ini turut menyediakan tombol shutter release dan tuas zoom di bodi lensa

Apabila diinginkan, QX100 dan QX10 juga bisa digunakan secara mandiri karena menyediakan tombol shutter untuk menjepret foto dan tuas untuk zoom. Pengguna sebenarnya bahkan tak memerlukan smartphone sama sekali untuk memakai kedua perangkat ini.

Tapi, ya itu tadi, framing tak bisa dilakukan tanpa layar pembidik,  dalam hal ini peranannya notabene dipegang oleh smartphone yang tersambung ke QX100 atau QX10. Jadi, meskipun kedua perangkat bisa mengambil foto tanpa smartphone, hasi jepretannya kemungkinan besar akan berantakan.

Tak praktis

Kualitas hasil tengkapan gambar kedua modul lensa cukup menjanjikan, terutama QX100 yang menggunakan sensor serupa dengan kamera saku premium Sony RX100. Dari pengamatan sekilas Kompas Tekno, jepretan kedua kamera ini boleh dibilang lebih berkualitas dibandingkan smartphone apapun yang ada di pasaran sekarang.

Peningkatan kualitas gambar jelas terasa. Belum lagi manfaat kemampuan zoom optis yang ditawarkan kedua modul lensa. Hal yang satu ini mustahil diterapkan pada smartphone tanpa membuat ukurannya membengkak, macam yang terjadi pada Galaxy S4 Zoom atau Galaxy Camera.

Sayangnya, baik QX100 maupun QX10 memiliki satu kelemahan besar, yaitu sangat tidak praktis dibandingkan hanya mengandalkan kamera smartphone untuk menjepret foto.

Memang, koneksi dengan smartphone relatif mudah dilakukan Akan tetapi, saat menggunakan NFC sekalipun, prosesnya terbilang sangat lama, bisa mencapai belasan detik sebelum modul lensa siap dipakai.

Dalam jangka waktu tersebut, pengguna sebenarnya sudah bisa menarik kamera "sungguhan" dari saku atau tas, menjepret foto, kemudian menaruhnya kembali. Memakai QX100 atau QX10 untuk mengambil gambar secara spontan rasanya hampir mustahil.

Proses koneksi perlu diulang tiap kali akan menyambungkan kedua perangkat ini ke smartphone sehingga terasa merepotkan. Ini menjadi kelemahan utama QX100 dan QX10 dalam skenario penggunaan dengan ponsel pintar. Bukankah daya tarik utama fotografi dengan gadget mobile terletak pada kepraktisan smartphone?

Modul lensa pintar sony memiliki baterai internal yang bisa di-charge melalui port micro-USB

Kendala lain adalah dua perangkat ini memiliki baterainya sendiri sehingga perlu di-charge dan dimonitor secara terpisah dari smartphone. Proses pembidikan dan penyimpanan gambar sendiri akan menguras baterai ponsel, antara lain karena mentransfer data lewat jalur WiFi.

Di sisi lain, kualitas tangkapan foto dan fitur zoomQX100 dan QX10 mungkin terlihat menarik untuk sebagian pengguna yang tidak keberatan dengan cara pemakaian kedua modul lensa ini.

QX100 dipersenjatai sensor 20 megapixel yang sama seperti kamera saku Sony RX 100 dan lensa zoom "Carl Zeiss" 28-100mm (ekuivalen 35mm) f/1.8-4.9. Sementara, QX10 memiliki sensor 18 megapixel 1/2,3 inci yang dipasangkan dengan lensa zoom 25-250mm (ekuivalen 35mm) f/3.3-5.9.

Berdasarkan informasi dari pihak Sony, Smart Lens DSC-QX100 dan QX10 akan diluncurkan pada kuartal ke-4 2013, sekitar bulan November.


23.45 | 0 komentar | Read More

Hamilton Masih yang Tercepat pada Sesi Latihan Bebas Dua GP Korea

YEONGNAM, KOMPAS.com - Lewis Hamilton kembali menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas dua GP Korea yang berlangsung di Sirkuit Korea International di Yeongnam, Jumat (4/10/2013). Pebalap Mercedes ini  juga menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas pertama.

Cuaca cukup cerah saat sesi latihan bebas kedua digelar. Paul di Resta kembali mengendarai Force India-nya, setelah pada sesi pertama dipakai oleh James Calado. Begitu juga dengan Jules Bianchi, yang pada sesi pertama mobilnya dikendarai dan ditabrakkan ke pembatas lintasan oleh Rodolfo Gonzalez.

Bianchi langsung membukukan catatan waktu tercepat saat sesi memasuki menit keempat, dengan catatan 1 menit 45,027 detik. Setelah itu, Pastor Maldonado, Jean-Eric Vergne, dan Nico Hulkenberg bergantian memimpin.

Hingga akhirnya Sebastian Vettel menggeser mereka dengan catatan 1 menit 39,696 detik. Tiga menit kemudian, Mark Webber mengambil alih dengan 1 menit 39,598 detik. Tetapi, satu menit berikutnya, Lewis Hamilton melewati dua pebalap Red Bull Racing tersebut, berkat catatan waktu 1 menit 39,510 detik.

20 menit kemudian, Webber baru bisa kembali ke posisi tertas dengan catatan 1 menit 38,844 detik, saat Hamilton berada di pit. Sementara Kimi Raikkonen mendapat masalah pada setir mobilnya.

Hamilton kembali ke lintasan dan langsung mengambil tempat teratas pencatat waktu tercepat, setelah menyelesaikan satu putaran dalam 1 menit 38,673 detik. Hingga sesi berakhir, Hamilton bertahan di posisinya. Vettel menyusul di urutan dua, disusul Nico Rosberg dan Webber.

Hasil Sesi Latihan Bebas Dua:
1. Lewis Hamilton     Britain     Mercedes-Mercedes    1m 38.673s
2. Sebastian Vettel     Germany    Red Bull-Renault    1m 38.781s
3. Nico Rosberg     Germany    Mercedes-Mercedes    1m 38.797s
4. Mark Webber     Australia    Red Bull-Renault    1m 38.844s
5. Felipe Massa     Brazil     Ferrari-Ferrari     1m 39.114s
6. Romain Grosjean     France     Lotus-Renault     1m 39.226s
7. Fernando Alonso     Spain     Ferrari-Ferrari     1m 39.444s
8. Kimi Raikkonen     Finland     Lotus-Renault     1m 39.757s
9. Jenson Button     Britain     McLaren-Mercedes    1m 39.774s
10. Adrian Sutil     Germany    Force India-Mercedes    1m 40.006s
11. Paul di Resta     Britain     Force India-Mercedes    1m 40.007s
12. Sergio Perez     Mexico     McLaren-Mercedes    1m 40.152s
13. Esteban Gutierrez     Mexico     Sauber-Ferrari     1m 40.186s
14. Nico Hulkenberg     Germany    Sauber-Ferrari     1m 40.210s
15. Jean-Eric Vergne     France     Toro Rosso-Ferrari    1m 40.446s
16. Daniel Ricciardo     Australia    Toro Rosso-Ferrari    1m 40.552s
17. Pastor Maldonado     Venezuela    Williams-Renault    1m 41.117s
18. Valtteri Bottas     Finland     Williams-Renault    1m 41.289s
19. Giedo van der Garde    Holland     Caterham-Renault    1m 42.461s
20. Charles Pic     France     Caterham-Renault    1m 42.798s
21. Jules Bianchi     France     Marussia-Cosworth    1m 43.108s
22. Max Chilton     Britain     Marussia-Cosworth    1m 43.441s

Editor : Pipit Puspita Rini


23.45 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger