Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Basuki Pakai \"Pagar Ayu\" untuk Jaga PKL

Written By bopuluh on Minggu, 11 Agustus 2013 | 23.45


JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah melontarkan konsep Tom and Jerry dalam menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL), kini Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengeluarkan analogi baru dalam menertibkan PKL, yaitu konsep pagar ayu. Konsep pagar ayu yang dimaksud yakni DKI terus membentuk barisan, menjaga lokasi, agar PKL tidak lagi berdagang di luar pasar.

"Jadi, kita itu dipaksa menjadi pagar ayu. Pagar ayu 24 jam dengan 7 juta pasukan menunggu Jakarta. Ha-ha-ha...," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (12/8/2013).

Kendati demikian, dalam menjalankan tugas sebagai pagar ayu, salah satu tujuannya adalah untuk menegakkan peraturan yang telah lama mati. Apabila para pedagang dan warga masih tidak mengetahui peraturan yang berlaku, maka pagar ayu itu tidak akan berfungsi apa-apa.

Oleh karena itu, ia berupaya untuk menegakkan kembali peraturan yang ada dengan memberi tindakan tegas kepada PKL yang masih bertahan berdagang di jalan. Misalnya, para PKL yang ngeyel langsung dikenakan tindak pidana ringan (tipiring) dan dikenakan sanksi sesuai Perda Nomor 8 Tahun 2007.

"Kalau tidak pernah menegakkan Perda, artinya apa? Kamu kan melecehkan hukum sendiri, berarti Pemda juga melecehkan diri sendiri. Ngapain bikin Perda, pakai ancaman dan kurungan segala macam, kalau tidak berlaku," tegas dia.

Mantan Bupati Belitung Timur itu menegaskan tugas personel Satpol PP menjaga lokasi PKL hingga 24 jam menjadi sia-sia, ketika tidak ada tindakan hukumnya. Pelanggaran oleh PKL ini tidak hanya ditemukannya di Tanah Abang saja. Namun juga di Roxy, Jakarta Barat.

Oleh karena itu, ia juga meminta agar Wali Kota setempat untuk tegas dan menginformasikan kalau tindakan mereka dapat berakibat kurungan. "Mulai hari ini, kalau mereka dagang di jalan lagi, kita pidanakan. Kalau enggak, ya mau jadi pagar ayu lagi. Saya menjalankan hukum berdasarkan kesepakatan bersama lho," kata Basuki.
C10-12

Editor: Ana Shofiana Syatiri

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


23.45 | 0 komentar | Read More

Hubungan yang Nyaman Bisa Membuat Gemuk


Kompas.com - Menjalin ikatan dengan orang yang kita cintai dan mencintai kita bukan hanya membuat hidup terasa lebih indah, tapi juga dapat membuat angka timbangan bertambah.

Lebih dari 60 persen orang yang disurvei mengatakan berat badan mereka bertambah saat mereka berada dalam hubungan yang membahagiakan. Sementara itu 72 persen mengaku pasangan mereka mereka juga bertambah gemuk.

Selain itu, 52 persen perempuan mengatakan mereka makan dalam porsi yang sama seperti pasangan mereka dan 56 persen mengakui mereka makan dengan porsi lebih besar dibanding saat sebelum menjalin hubungan.

Survei yang dilakukan oleh Diet Chef di Inggris ini menunjukkan bahwa jatuh cinta dan menjalin hubungan adalah penyebab terbesar kegemukan, mengalahkan makan untuk menimbulkan rasa nyaman, kurang olahraga, dan berlibur.

Hubungan yang sudah berjalan lama dan rasa nyaman bersama pasangan juga ditengarai membuat seseorang merasa tak perlu "jaim" dengan makan sedikit-sedikit. Lebih dari 26 persen responden bahkan mengakui mereka kurang merawat diri, misalnya lebih jarang membersihkan rambut di kaki atau ketiak, karena sudah merasa nyaman dengan kondisi sekarang.

Meski demikian, kebanyakan pasangan yang disurvei mengatakan mereka juga ingin memiliki gaya hidup yang sehat bersama pasangan.


23.45 | 0 komentar | Read More

Dalam 9 Hari, 35.175 Kendaraan Kena Tilang

Written By bopuluh on Sabtu, 10 Agustus 2013 | 23.45

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menilang 35.175 dan memberikan peringatan kepada 46.056 pengendara, terhitung sejak 2 Agustus 2013 hingga Sabtu (10/8/2013).

Pada H+1 Lebaran atau Jumat (9/8/2013) ada 2458 pengendara yang ditilang dan ada 4702 pengemudi yang diberikan teguran. Pada H+2 atau Sabtu (10/8/2013) ada 2969 pengendara yang ditilang dan 5186 pengendara diberi teguran.

"Untuk penindakan pelanggaran lalu lintas, petugas di lapangan juga melakukan penegakan hukum dengan melakukan penilangan dan ada yang sifatnya teguran," ujar Kabag Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Agus Rianto, di Jakarta, Minggu (11/8/2013).

"Kendaraan yang paling banyak terlibat pelanggaran itu masih dilakukan oleh sepeda motor, disusul mobil penumpang, mobil barang, bus dan terakhir kendaraan khusus," tambahnya. 

Editor : Tjatur Wiharyo


23.45 | 0 komentar | Read More

Diah Permatasari Rindu Laweyan

JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis cantik Diah Permatasari punya keinginan terpendam terkait batik. Lahir, tumbuh, dan besar berdekatan dengan Kampoeng Batik Laweyan, Solo, Diah masih mewarisi darah juragan batik. Ia pun menyimpan beragam corak kuno batik yang suatu saat bakal ditekuninya untuk berbisnis.

"Paling rindu masa kecil saya di Laweyan. Tiap pulang sekolah senang sekali ikutan pegawai membatik. Eyang saya sampai nyewa lapangan bola untuk jemur batik. Sampai panjang. Selalu tidak pernah lupa wanginya malam," kata Diah.

Proses membuat batik, menurut Diah, susahnya luar biasa. Ia ingat cara memanaskan malam dengan menggunakan wajan hingga mendidih. Menggunakan canting, malam yang bentuknya mirip lelehan gula jawa itu ditorehkan pada kain mori.

Selain belajar membatik, Diah terbiasa menunggui eyangnya, Haji Malkan Sangidoe, atau ayahnya menghitung kodian batik-batik yang akan dikirim ke seluruh penjuru Nusantara. "Saya tinggal satu halaman, tapi beda rumah dengan eyang. Pabrik batiknya di belakang rumah," tambah Diah.

Setelah eyang dan ayahnya meninggal, bisnis batik masih diteruskan oleh keluarga besar Diah. Lebaran menjadi momentum bagi Diah untuk mengobati kerinduan pada Laweyan. Tiap tahun, ia selalu menghabiskan libur Lebaran di Laweyan sebelum mengunjungi keluarga suaminya di Yogyakarta dan melanjutkan berlibur ke Bali.

Suguhan seperti lontong gudeg dengan sambal goreng menjadi alasan lain sehingga Diah tak pernah melewatkan libur Lebaran di Laweyan. "Enggak pernah enggak pulang kalau Lebaran. Di sini (Jakarta) mau ngapain, keluarga besar ada di Laweyan. Bisa nangis darah di Jakarta, haha...," kata Diah tertawa. (WKM)


23.45 | 0 komentar | Read More

Para Napi Pembakar Lapas Tanjung Gusta Tak Dapat Remisi

Written By bopuluh on Kamis, 08 Agustus 2013 | 23.45

MEDAN, KOMPAS.com - Ratusan narapidana yang terlibat pembakaran dan melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan Klas I Tanjung Gusta Medan, beberapa waktu lalu, tidak mendapat remisi dari pemerintah.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut, Amran Silalahi di Medan, Jumat (9/8/2013) mengatakan, narapidana yang terlibat masalah tersebut, tak mendapatkan pengurangan masa tahanan.

Sebab, salah satu persyaratan untuk memperoleh remisi itu, adalah napi tersebut tidak pernah membuat keributan atau melakukan pelanggaran, serta harus berkelakuan baik. "Nah, napi yang menghuni Lapas Medan, justru melakukan perbuatan yang tidak terpuji, sehingga menimbulkan kerugian dan kerusakan bagi fasilitas negara," ujar Amran.

Amran menyebutkan, warga binaan tersebut, jelas tidak diberikan rekomendasi atau diusulkan mendapat remisi ke Dirjen Pemasyarakatan. Bahkan, napi yang berkelahi dengan rekannya di Lapas Medan, tidak berhak dapat remisi. Apalagi, napi tersebut membuat keonaran atau kegaduhan dengan cara membakar ruangan kantor.

"Ini termasuk pelanggaran atau kesalahan yang cukup berat dilakukan napi, dan kasusnya sedang didalami pihak berwajib," ucap dia.

Data yang diperoleh di Posko Lapas Medan, tercatat sebanyak 113 napi yang diamankan petugas kepolisian dan menyerahkan diri ke Lapas, dari 212 tahanan yang melarikan diri, Kamis (11/7/2013) malam.

Napi yang masih buron dan belum tertangkap sebanyak 99 orang lagi dan terus dicari pihak berwajib. Dari jumlah 17.679 napi menghuni di Lapas dan Rutan di Sumut, hanya 4.461 yang mendapat remisi Idul Fitri 1434 Hijriah.

Sebanyak 4.373 memperoleh pengurangan masa hukuman, sedangkan 88 warga binaan lainnya menghirup udara bebas sehingga bisa berkumpul dengan sanak keluarganya.

Editor : Glori K. Wadrianto


23.45 | 0 komentar | Read More

LG G2 Lawan Galaxy S4, iPhone 5, HTC One dan Moto X

Written By bopuluh on Rabu, 07 Agustus 2013 | 23.46

KOMPAS.com - LG resmi memperkenalkan ponsel pintar Android andalan terbarunya, G2, di New York, Amerika Serikat, pada 7 Agustus 2013 waktu setempat.

LG G2 akan menjadi alternatif baru bagi konsumen yang sedang mencari perangkat kelas atas berbasiskan Android. Ia memiliki keunggulan dari segi spesifikasi hardware dibandingkan dengan ponsel kelas atas lainnya yang sudah dirilis duluan.

LG G2 sudah hadir dengan prosesor strata teratas dari Qualcomm, Snapdragon 800. Clock speed yang digunakannya pun sudah melebihi 2 GHz dan memiliki empat inti (quad-core).

Sayangnya, LG belum mengumumkan banderol harga dari produk barunya ini. Jika produk tersebut dijual dengan harga Rp 7,5 juta atau lebih murah, maka G2 akan menjadi kompetitor yang sangat kuat bagi ponsel-ponsel seperti Samsung Galaxy S4, iPhone 5, HTC One, dan Moto X.

Berikut perbandingan spesifikasi hardware antara LG G2 dengan pesaing-pesaingnya di pasaran, seperti dikutip dari The Verge.


23.46 | 0 komentar | Read More

Riky/Richi Belum Mampu Kalahkan Zhang/Zhao

GUANGZHOU, KOMPAS.com - Ganda campuran Indonesia, Riky Widianto/Richi Puspita Dili, gagal meredam kekuatan unggulan kedua asal China, Zhang Nan/Zhao Yunlei, pada babak ketiga BWF Wolrd Championships atau Kejuaraan Dunia 2013, yang berlangsung di Tian-He Indoor Gymnasium, Guangzhou, China, Kamis (8/8/2013). Riky/Richy takluk dua game langsung 14-21, 17-21.

Riky/Richy bermain di bawah tekanan, nyaris sepanjang pertahanan. Memperoleh dua angka pertama, mereka langsung tertinggal 2-7. Tapi ganda muda Indonesia ini berhasil bangkit dan berbalik unggul 9-7.

Sayangnya, mereka gagal bertahan. Zhang/Zhao kembali memengang kendali dan akhirnya menutup game pertama dengan 21-14.

Game kedua berlangsung lebih cepat. Riky/Richi terbawa permainan cepat Zhang/Zhao. Meski sempat memberikan perlawanan sengit di poin-poin kritis, mereka tetap kalah dengan 17-21.

Kekalahan ini mengurangi satu lagi kekuatan Indonesia di ganda campuran. Sebelumnya, Indonesia telah kehilangan Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati, yang terhendi di babak kedua.

Zhang/Zhao lolos ke perempat final dan akan melawan pemenang antara Yoo Yeon-seong/Jang Ye-na dari Korea dan Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam, yang akan bertanding hari ini.

Editor : Pipit Puspita Rini


23.46 | 0 komentar | Read More

Yen Menguat, Bursa Jepang Anjlok Hingga 3,51 Persen

Written By bopuluh on Selasa, 06 Agustus 2013 | 23.45


TOKYO, KOMPAS.com - Bursa saham Tokyo tumbang hingga 3,51 persen pada perdagangan siang hari ini, Rabu (7/8/2013) karena tertekan aksi jual yang dipicu oleh jatuhnya harga saham di Wall Street serta menguatnya nilai tukar yen.

Indeks Nikkei 225 kehilangan 505,58 poin menjadi 13.895,48. Tekanan jual makin kencang pada siang hari ini karena yen menguat," ujar Kenzaburo Suwa, analis Okasan Securities.

Sebelumnya, Wall Street semalam ditutup melemah karena data ekonomi terbaru AS serta komentar dari the Fed yang kemungkinan akan mengurangi stimulus. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,60 persen menjadi 15.518,74, atau penurunan terbesar sejak Juni.

Sementara itu di pasar valas, nilai tukar dollar AS kembali jatuh terhadap yen, di samping sinyal mengenai stimulus dari the Fed yang akan dikurangi dalam beberapa waktu ke depan. Hal itu menandakan bahwa pasokan dollar AS di pasar finansial akan berkurang.

Sementara itu, menguatnya yen disinyalir akan memberatkan eksportir karena produk dari Jepang menjaditidak kompetitif.

Editor : Bambang Priyo Jatmiko


23.45 | 0 komentar | Read More

Lebaran, Kelas Menengah, dan PRT


Oleh: Wahyu Susilo

Saat menjelang Lebaran, kita akan kembali menikmati kecerewetan kelas menengah Indonesia yang hidup tanpa pekerja rumah tangga yang sedang mudik Lebaran.

Kecerewetan yang menggambarkan kegagapan hidup tanpa pekerja rumah tangga (PRT) itu akan muncul berderet-deret di lini media sosial (Twitter dan Facebook) dan juga menjadi santapan liputan media massa. Ketika PRT mudik Lebaran seperti hidup setengah kiamat. Seakan mereka tak bisa lagi mengerjakan tugas-tugas kerumahtanggaan seperti yang biasa dikerjakan PRT. Fenomena ini dimanfaatkan agen perekrut PRT dengan menyediakan PRT infal (bekerja semasa libur Lebaran) dan juga industri perhotelan.

Situasi ini memperlihatkan pertumbuhan kelas menengah di Indonesia yang selalu dibangga- banggakan sebagai bukti keberhasilan ekonomi Indonesia hanya mampu mengungkit tingkat konsumsi dan gaya hidup (dua hal yang lekat tak terpisahkan). Sebaliknya, belum mencerminkan perubahan kualitas perilaku kelas menengah baru.

Menurut survei mengenai perilaku kelas menengah baru Indonesia, trending topic yang diikuti oleh kelas menengah baru hanyalah komoditas produk dan merek-merek terbaru, belum menyentuh pada solidaritas dan empati sosial yang berangkat dari kepedulian dunia atas fenomena kesetaraan yang terjadi.

Salah satu cara mengukur tingkat empati dan solidaritas sosial kelas menengah Indonesia bisa dilihat dari pola hubungannya (dan cara pandangnya) terhadap PRT (pekerja, bukan pembantu rumah tangga). Seperti di negara-negara Asia lainnya, pertumbuhan kelas menengah baru juga ditandai dengan adanya kebutuhan "tambahan tenaga" untuk mengerjakan pekerjaan- pekerjaan domestik (kerumahtanggaan).

Kenyataan ini memperlihatkan rendahnya penghargaan mereka terhadap pekerjaan rumah tangga. Implikasinya juga tecermin dalam praktik pengupahan terhadap PRT yang dikecualikan dari standar pengupahan perburuhan. Tentu saja juga tentang pengakuan hak PRT, masih menjadi sesuatu yang mahal.

Majikan PRT yang mayoritas kelas menengah yang bekerja di sektor industri dan jasa tentu protes kalau upah mereka di bawah standar dan dipaksa bekerja melebihi waktu tanpa kompensasi. Namun, apakah mereka juga memberikan upah standar dan perlakuan layak kepada PRT yang menggantikan pekerjaan kerumahtanggaan mereka?

Keriuhan dan kegalauan kelas menengah pengguna PRT yang ditinggal mudik tiba-tiba senyap jika mereka diminta bersuara mendukung proses legislasi yang seret di parlemen untuk mewujudkan instrumen perlindungan bagi PRT. Hingga saat ini, sudah hampir lima tahun RUU Perlindungan PRT mangkrak di parlemen karena tak kunjung dibahas secara serius.

Nilai ekonomi PRT

Situasi ini antara lain didasari atas cara pandang diskriminatif terhadap PRT sebagai pekerja informal yang tak perlu formalitas (legalisasi perlindungan). Padahal, secara mondial, Organisasi Buruh Internasional (ILO) telah mengeluarkan standar global perlindungan PRT dalam wujud Konvensi 189 tentang Kerja Layak untuk PRT. Tersedianya instrumen perlindungan bagi PRT di Indonesia juga akan menjadi legitimasi yang kuat bagi diplomasi perlindungan PRT migran Indonesia di luar negeri.

Sebuah studi tentang peran ekonomi dan nilai kerja PRT yang dilakukan Poppy Ismalina, aktivis pembela PRT cum ekonom UGM, bisa membongkar cara pandang kelas menengah merendahkan PRT dan menuntut kita memikirkan ulang standar pengupahan terhadap PRT. Studi ini mengurai beban kerja PRT di rumah tangga kelas menengah dan proses pengupahannya tidak berdasarkan pada kesepakatan setara kedua pihak.

Secara radikal, Poppy mengurai, nilai kerja PRT tidak hanya menyubstitusi pekerjaan kerumahtanggaan, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi riil bagi penggunanya.

Nilai ekonomi riil itu di antaranya: (1) produktivitas pengguna yang sebagian pekerjaan digantikan PRT; (2) penghematan biaya kesehatan—termasuk dari stres dan guncangan psikologis—akibat akumulasi kelelahan mengerjakan pekerjaan domestik; (3) penghematan investasi pembelian alat rumah tangga yang bisa digantikan tenaga PRT; (4) penghematan biaya pengamanan (gaji petugas satpam) karena PRT juga menjaga keamanan rumah; dan (5) penghematan biaya asuransi kehilangan barang/kebakaran karena PRT menjaganya.

Dari gambaran di atas jelas menunjukkan, ada nilai ekonomi riil yang dinikmati pengguna jasa PRT, tetapi tak dikembalikan dalam pola pengupahan yang layak. Survei tersebut bahkan memperlihatkan bahwa menjadi PRT menanggung beban multiganda: menyelesaikan pekerjaan rumah tangga serta memastikan kesehatan, keamanan, dan kenyamanan penghuni dan rumah tempat PRT pekerja.

Wahyu Susilo, Analis Kebijakan Migrant CARE

Editor : Caroline Damanik


23.45 | 0 komentar | Read More

IHSG Bisa Kembali ke Level 5.000 di Akhir Tahun

Written By bopuluh on Senin, 05 Agustus 2013 | 23.45


JAKARTA, KOMPAS.com - Kinerja rata-rata emiten yang tumbuh 16 persen di sepanjang semester I-2013, menunjukkan daya beli dan ekonomi Indonesia masih tumbuh di tengah ketidakpastian perekonomian dunia.

Kondisi itu membuat kalangan analis optimistis, bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dapat kembali ke level 5.000 di akhir tahun ini.

Direktur PT Recapital Asset Management Pardomuan Sihombing mengatakan, kinerja emiten yang rata-rata tumbuh signifikan di enam bulan pertama 2013, menunjukkan kondisi ekonomi domestik yang masih prospektif. Rilis inflasi Juli 2013 yang telah mencapai puncaknya di level 3,29 persen juga merupakan hal yang ditunggu oleh pelaku pasar.

"Sebenarnya pelaku pasar sudah mendiskon hal tersebut. Artinya, dengan posisi inflasi seperti itu, maka ke depannya sentimen negatif dari gejolak inflasi boleh dibilang sudah mereda," kata Pardomuan di Gedung BEI, Jakarta, belum lama ini.

"Hal ini dapat dilihat dari akumulasi investor asing, baik di pasar saham ataupun obligasi yang telah melakukan beli bersih Rp 7 triliun meski masih melalui transaksi crossing di pasar negosiasi. Namun, paling tidak, hal tersebut sudah menunjukkan pasar modal Indonesia sudah mulai diminati investor asing," lanjut Pardomuan.

Pardomuan menyebutkan, menjelang akhir tahun ada kemungkinan investor asing akan kembali masuk ke pasar modal Indonesia untuk memburu saham-saham yang sudah jauh di bawah nilai wajarnya.

Investor asing kemungkinan juga telah mengantisipasi kinerja emiten yang akan kembali positif di 2014 seiring dengan pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) ke anggaran perbaikan infrastruktur oleh pemerintah Indonesia.

Karena itu, Pardomuan menyarankan, investor domestik untuk mulai melupakan dampak negatif dari Pemilihan Umum karena pesta politik lima tahunan itu justru akan mempercepat likuiditas dana dan meningkatkan daya beli masyarakat.

"Apalagi, masyarakat juga telah semakin cerdas dalam menyingkapi masalah politik di Indonesia dan tidak begitu berdampak terhadap ekonomi, khususnya pasar modal domestik," imbuh Pardomuan.

Di sisi lain, sentimen negatif eksternal berupa pengurangan dana stimulus ekonomi dari Federal Reserve belum terbukti.

Fund Manager Sinarmas Asset Management Jeffrosenberg Tan menambahkan, kinerja emiten di semester pertama memang positif. Namun, kenaikan laba emiten masih dibawah ekspektasi pelaku pasar.

Disisi lain, terus meningkatnya konsumsi domestik, membuat fundamental ekonomi Indonesia masih dalam tren positif sehingga dapat mematahkan sentimen negatif dan gejolaknya terhadap IHSG.
Meski demikian, lanjut Jeff, masih ada dua hal yang perlu diwaspadai investor. Pertama, neraca pembayaran yang dapat berubah menjadi negatif seiring dengan masih defisitnya neraca perdagangan. Kedua, arus dana investor asing yang masih tercatat jual bersih atau net sell.

"Sementara itu, dengan posisi nilai rukar rupiah yang telah melemah 3%-4% diharapkan dapat mendorong peningkatan laju ekspor dan investasi jangka pendek dan jangka panjang investor asing," kata Jeff.

Atas dasar itu, Sinarmas Asset Management masih tetap optimistis dengan target IHSG di akhir tahun yang berada di level 5.000 poin. (Dea Chadiza Syafina)

Editor : Bambang Priyo Jatmiko


23.45 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger