Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

KOMPAS.COM - Not Found

Written By bopuluh on Rabu, 13 November 2013 | 22.45

Harian Kompas  |  Kompas TV

Kamis, 14 November 2013

Ikuti Tur | Register

Get Personalized Here!

 |  Sign In
  • Channel
  • Channel
  • News
  • Ekonomi
  • Bola
  • Tekno
  • Entertainment
  • Otomotif
  • Health
  • Female
  • Travel
  • Properti
  • Foto
  • Video
  • Forum
  • Kompasiana
KOMPAS.com tidak dapat menampilkan link yang Anda tuju saat ini
Silakan tunggu beberapa saat lalu refresh halaman ini atau gunakan fasilitas search di bawah ini untuk mencari berita KOMPAS.com

Go

  • News
  • Nasional
  • Regional
  • Megapolitan
  • Internasional
  • Olah Raga
  • Sains
  • Edukasi
  • Infografis
  • Surat Pembaca
  • Ekonomi
  • Bola
  • Tekno
  • Entertainment
  • Otomotif
  • Health
  • Female
  • Travel
  • Properti
  • Foto
  • Video
  • Forum
  • Grazera
  • Kompasiana
  • KompasKarier.com
  • Midazz
  • SCOOP
  • Urbanesia
  • MakeMac
  • About Us
  • -
  • Advertise
  • -
  • Policy
  • -
  • Pedoman Media Siber
  • -
  • Career
  • -
  • Contact Us
  • -
  • RSS
  • -
  • Site Map
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

22.45 | 0 komentar | Read More

KOMPAS.COM - Not Found

Written By bopuluh on Selasa, 12 November 2013 | 22.45

Harian Kompas  |  Kompas TV

Rabu, 13 November 2013

Ikuti Tur | Register

Get Personalized Here!

 |  Sign In
  • Channel
  • Channel
  • News
  • Ekonomi
  • Bola
  • Tekno
  • Entertainment
  • Otomotif
  • Health
  • Female
  • Travel
  • Properti
  • Foto
  • Video
  • Forum
  • Kompasiana
KOMPAS.com tidak dapat menampilkan link yang Anda tuju saat ini
Silakan tunggu beberapa saat lalu refresh halaman ini atau gunakan fasilitas search di bawah ini untuk mencari berita KOMPAS.com

Go

  • News
  • Nasional
  • Regional
  • Megapolitan
  • Internasional
  • Olah Raga
  • Sains
  • Edukasi
  • Infografis
  • Surat Pembaca
  • Ekonomi
  • Bola
  • Tekno
  • Entertainment
  • Otomotif
  • Health
  • Female
  • Travel
  • Properti
  • Foto
  • Video
  • Forum
  • Grazera
  • Kompasiana
  • KompasKarier.com
  • Midazz
  • SCOOP
  • Urbanesia
  • MakeMac
  • About Us
  • -
  • Advertise
  • -
  • Policy
  • -
  • Pedoman Media Siber
  • -
  • Career
  • -
  • Contact Us
  • -
  • RSS
  • -
  • Site Map
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

22.45 | 0 komentar | Read More

KOMPAS.COM - Not Found

Written By bopuluh on Senin, 11 November 2013 | 22.45

Harian Kompas  |  Kompas TV

Selasa, 12 November 2013

Ikuti Tur | Register

Get Personalized Here!

 |  Sign In
  • Channel
  • Channel
  • News
  • Ekonomi
  • Bola
  • Tekno
  • Entertainment
  • Otomotif
  • Health
  • Female
  • Travel
  • Properti
  • Foto
  • Video
  • Forum
  • Kompasiana
KOMPAS.com tidak dapat menampilkan link yang Anda tuju saat ini
Silakan tunggu beberapa saat lalu refresh halaman ini atau gunakan fasilitas search di bawah ini untuk mencari berita KOMPAS.com

Go

  • News
  • Nasional
  • Regional
  • Megapolitan
  • Internasional
  • Olah Raga
  • Sains
  • Edukasi
  • Infografis
  • Surat Pembaca
  • Ekonomi
  • Bola
  • Tekno
  • Entertainment
  • Otomotif
  • Health
  • Female
  • Travel
  • Properti
  • Foto
  • Video
  • Forum
  • Grazera
  • Kompasiana
  • KompasKarier.com
  • Midazz
  • SCOOP
  • Urbanesia
  • MakeMac
  • About Us
  • -
  • Advertise
  • -
  • Policy
  • -
  • Pedoman Media Siber
  • -
  • Career
  • -
  • Contact Us
  • -
  • RSS
  • -
  • Site Map
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

22.45 | 0 komentar | Read More

Nidji Bikin Enam Lagu untuk Dua Film

Written By bopuluh on Kamis, 31 Oktober 2013 | 23.45

JAKARTA, KOMPAS.com -- Sukses membuat lagu tema untuk film Laskar Pelangi dan Sang Pencerah, band Nidji kembali mengerjakan lagu tema untuk film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck dan film pertama yang dibuat di Brunei. Untuk film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck yang diangkat dari novel karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka), mereka membuat empat lagu, sedangkan untuk film Brunei, dua lagu.

"Kesulitannya, karya Hamka dibuat tahun 1930-an. Tidak mudah bagi kami membayangkan situasi dan latar film itu. Namun, kami bersyukur dapat menyelesaikan tugas ini," kata Rama, gitaris Nidji, di Jakarta, Senin (28/10).

Pemain keyboard Nidji, Randy, ikut membintangi film itu. Dia berperan sebagai Muluk, sahabat setia Zainudin, si tokoh utama. "Ini film pertama saya, pengalamannya sungguh asyik. Asal tahu saja, saya tidak tahu mengapa saya dipilih," kata Randy, yang untuk peran itu harus membiarkan janggut dan rambut ikalnya tumbuh lebat.

"Hebat dia, pertama main film langsung dapat peran yang muncul dari awal sampai akhir. Padahal, kami mengira dia hanya muncul sebentar," ujar pemain drum, Adri.

Mengenai lagu tema untuk film Brunei, para personel Nidji, yakni Giring (vokal), Andro (bas), Adri, Randy, Rama, dan Ariel (gitar), mengatakan, tawaran itu datang antara lain karena kesuksesan lagu tema film mereka sebelumnya. "Padahal, kami belum pernah ke Brunei," kata Rama. (TIA)


23.45 | 0 komentar | Read More

Tanggung Biaya Kesehatan Perokok, Indonesia Bisa Bangkrut


KOMPAS.com -Biaya kesehatan yang dikeluarkan akibat dampak rokok tidaklah sedikit. Jumlah total biaya yang harus dikeluarkan akibat penyakit terkait rokok (PTR) diperkirakan sekitar Rp 39,5 trilyun dalam setahun. Angka ini setara 30 persen dari total keseluruhan biaya yang dikeluarkan ASKES.

Angka ini kemungkinan akan terus membesar setara jumlah perokok yang terus meningkat. "Karena itu perokok tidak perlu diikutsertakan dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 2014. Jika diikutsertakan, negara bisa bangkrut karena menanggung biaya yang begitu besar," kata Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI), dr. Zainal Abidin, MH pada diskusi 'Gangguan Kesehatan Dan Pembiayaan Penyakit Terkait Rokok, Tanggung Jawab Siapa?' di Jakarta, Kamis (31/10/2013) kemarin.

Usulan dari IDI memang beralasan dengan mempertimbangkan bentuk demografi penduduk Indonesia saat ini, yang memiliki banyak usia produktif. Padahal, jumlah perokok Indonesia sebanyak 61,4 juta orang sebagian besar adalah generasi muda. Sekitar 10-20 tahun lagi,  generasi muda ini akan menjadi lansia dengan berbagai penyakit akibat kebiasaan merokok yang pernah dilakukan.

Dengan keanggotaan JKN yang dimiliki, maka biaya kesehatan mereka ditanggung negara. Hal ini tentu tidak menguntungkan bagi keuangan negara.

Zainal juga mengacu pada Peraturan Presiden tentang JKN nomer 12 tahun 2013 pasal 25 i. Aturan tersebut memuat pelayanan yang tidak ditanggung JKN, yaitu yang diakibatkan sengaja menyakiti atau melakukan hobi yang merugikan diri sendiri.

Zainal menegaskan, menghisap rokok termasuk dalam perbuatan yang sengaja menyakiti diri sendiri, sehingga akibatnya tidak perlu ditanggung pemerintah.

"Perokok umumnya mengerti perbuatannya tidak baik dan menyakiti orang lain, tapi masih juga dilakukan. Kalau begini tidak adil bila pemerintah dan masyarakat masih harus menanggung biaya kesehatan para perokok. Jika keberatan menanggung sendiri, mungkin bisa dibantu perusahaan rokok," kata Zainal.

Kemungkinan Indonesia yang bakal bangkrut bila menanggung biaya kesehatan perokok juga diungkapkan Direktur PT. Askes Indonesia Tbk, Fahmi Idris. Menurutnya kebangkrutan tak bisa dihindari, karena pada 2030 semua generasi muda perokok saat ini akan menderita sakit. Jenis sakit yang diderita beragam, namun hampir semuanya memerlukan biaya tinggi (katastropik).

"Bila terus begini kita pasti bangkrut. Meski begitu BPJS kesehatan tidak memisahkan pasien perokok dan bukan perokok," kata Fahmi.

Untuk mengatasi hal ini, Zainal mengusulkan subsidi pembiayaan penyakit katastropik terkait PTR. Jumlah subsidi disarankan menutupi 30 persen biaya yang dikeluarkan Askes akibat PTR setiap tahunnya.

Namun solusi ini hanya bersifat jangka pendek. Fahmi menyatakan, pemerintah tetap harus serius menyelesaikan isu terkait pembatasan rokok dari berbagai aspek. Pembatasan rokok dapat mencegah generasi muda terpapar rokok sejak dini, sehingga faktor risiko berbagai penyakit seperti jantung dan kanker bisa dikurangi.

Solusi lain adalah memperkuat gateaway keeper, yaitu upaya promotif dan preventif. Usaha ini bisa dilakukan dokter di layanan kesehatan primer yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Masyarakat juga dapat membentengi diri sendiri dengan terus menambah pengetahuan dan tidak segan menginfokan kerugian merokok.

"Konsep ini jadi mirip dokter keluarga. Kita juga bisa mencontoh Thailand terkait upaya promotif dan preventif, yang menggunakan cukai dari rokok," kata Fahmi.


23.45 | 0 komentar | Read More

Mayat Tol Padalarang Ditembak saat Kabur dari Jakarta

Written By bopuluh on Rabu, 30 Oktober 2013 | 23.45


BANDUNG, KOMPAS.com - Abdullah (42), bandar narkotika jenis sabu asal Aceh ditemukan tewas dengan luka tembak di dalam mobil Toyota Avanza warna silver dengan nomor polisi B 1017 TOA di pintu Tol Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Rabu (30/10/2013) sore kemarin.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Martinus Sitompul, Abdullah ditembak oleh anggota Polsek Tambora Jakarta Barat saat akan diringkus. "Korban tewas di mobil tersebut adalah pelaku kasus narkotika yang melarikan diri dan hendak menabrak petugas Polsek Tambora yang akan melakukan upaya penangkapan," kata Martinus saat dihubungi, Kamis (31/10/2013).

Martinus menambahkan, dalam upaya penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 126 gram narkotika jenis sabu. "Barang bukti sudah diamankan dari jaringan sebelumnya," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Abdullah (42) warga Matang Mesjid Bireun Aceh ditemukan tewas dengan luka tembak di dalam mobil Toyota Avanza warna silver dengan nomor polisi B 1017 TOA di pintu Tol Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Rabu (30/10/2013) sore kemarin.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Martinus Sitompul, Abdullah menyebut Abdullah sebagai residivis, sekaligus bandar narkotika jenis sabu. "Dia bandar narkoba di Tambora Jakarta Barat," kata Martinus saat dihubungi melalui ponselnya, Kamis (31/10/2013).

Editor : Kistyarini


23.45 | 0 komentar | Read More

Hadiri Sidang Penetapan UMP DKI, Perwakilan Buruh Diancam


JAKARTA, KOMPAS.com - Rapat Dewan Pengupahan untuk menetapkan nilai Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI 2014, yang seharusnya berlangsung Rabu (30/10/2013) kemarin, dibatalkan. Sebab, hanya ada seorang perwakilan unsur buruh yang menghadiri rapat. Padahal harus ada empat orang perwakilan buruh di Dewan Pengupahan agar rapat kuorum.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Pekerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Hadi Broto mengungkapkan, satu-satunya perwakilan buruh yang hadir kemarin, Dedi Hartono sempat menunjukkan pesan singkat dari keenam rekannya yang memilih untuk tidak hadir.

"Dia menunjukkan SMS dari teman-temannya ke saya, kok malah diancam seperti itu ya," kata Hadi di Balaikota Jakarta, Kamis (31/10/2013).

Kemarin, Dedi tidak menjelaskan alasan rekan lainnya sesama buruh yang tidak menghadiri rapat Dewan Pengupahan terkait penentuan UMP DKI 2014. Namun, dari isi pesan yang ditunjukkan, Dedi disebut pengkhianat karena menghadiri rapat penetapan UMP tersebut.

Hadi kemudian menilai adanya konflik horizontal antar tujuh perwakilan unsur buruh di dalam Dewan Pengupahan. Sebab, buruh yang berada di dalam Dewan Pengupahan, berasal dari asosiasi dan federasi yang berbeda.

Ia sangat menyayangkan konflik tersebut karena berhubungan dengan nasib UMP yang dapat membuat buruh kembali terlantar. "Komandan mereka beda, ada yang Said Iqbal ada yang Andi Gani. Dia kan hanya memerankan dari kebijakan pimpinan," kata Hadi.

Rencananya, sidang penetapan UMP oleh Dewan Pengupahan akan dilaksanakan di Balaikota Jakarta, pukul 15.00 WIB sore ini. Dewan Pengupahan rencananya akan menetapkan besaran UMP DKI 2014 tidak akan jauh dari besaran angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang telah ditetapkan pada pekan lalu, yaitu sebesar Rp 2.299.860. Hal itu dilakukan berdasarkan Inpres Nomor 9 Tahun 2013 dan Permenakertrans Nomor 7 Tahun 2013.

Dalam dua peraturan tersebut, besaran UMP sama dengan besaran KHL. Setelah UMP ditetapkan dalam rapat Dewan Pengupahan, rekomendasi itu akan langsung diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk mendapatkan persetujuan. Selanjutnya, akan diterbitkan Surat Keputusan Gubernur sebagai payung hukum UMP 2014.

Editor : Ana Shofiana Syatiri


23.45 | 0 komentar | Read More

Unik... Transformasi Rumah Kosong Menjadi Ruang Seni!

Written By bopuluh on Selasa, 29 Oktober 2013 | 23.45

www.designboom.com

Dinamainya dengan Le Hutte Royal, Brinkman menggunakan kreatifitasnya mengolah barang-barang usang yang selama ini hanya jadi pajangan sebagai interior rumah itu.

www.designboom.com

Brinkmann menggunakan kembali album-album piriangan hitam lawas, furnitur-furnitur klasik, bahkan piala dan bahan-bahan kain bekas yang ia temukan atau telah dibuang. Semua ia jadikan bagian dari struktur yang ada di dalam rumah itu.

www.designboom.com

Dilihat dari jalan, rumah tersebut tampak benar-benar menyatu dengan lingkungan kelas pekerja. Setelah masuk ke dalamnya, siapapun akan langsung dibawa menuju "ruang-ruang seni" melewati lorong dengan sebuah lonceng besar di dalamnya.

www.designboom.com

Brinkmann menggunakan kembali album-album piriangan hitam lawas, furnitur-furnitur klasik, bahkan piala dan bahan-bahan kain bekas yang ia temukan atau telah dibuang. Semua ia jadikan bagian dari struktur yang ada di dalam rumah itu.
KOMPAS.com - Seniman asal Jerman, Thorsten Brinkmann, mengubah sebuah rumah keluarga yang ditinggalkan di Pittsburgh menjadi "ruang instalasi seni" yang cantik. Dinamainya dengan Le Hutte Royal, Brinkmann menggunakan kreatifitasnya mengolah barang-barang usang yang selama ini hanya jadi pajangan sebagai interior rumah itu.

Brinkmann memang benar-benar mengubah interior ruang tiga lantai rumah itu menjadi instalasi seni permanen. Ia menggunakan kembali album-album piriangan hitam lawas, furnitur-furnitur klasik, bahkan piala dan bahan-bahan kain bekas yang ia temukan atau telah dibuang. Semua ia jadikan bagian dari struktur yang ada di dalam rumah itu.

Dilihat dari jalan, rumah tersebut tampak benar-benar menyatu dengan lingkungan kelas pekerja. Setelah masuk ke dalamnya, siapapun akan langsung dibawa menuju "ruang-ruang seni" melewati lorong dengan sebuah lonceng besar di dalamnya. Mulai ring tinju di kamar tidur hingga sebuah home theater di ruang loteng rumah ini tersedia dengan tampilan yang cantik.


23.45 | 0 komentar | Read More

Rupiah Melemah, Laba Indofood Turun 24 persen


JAKARTA, KOMPAS.com - PT Indofood Sukses Makmur Tbk mencatat perolehan laba bersih pada akhir kuartal III-2013 turun 24,6 persen menjadi Rp 1,92 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 2,55 triliun.

Dalam penjelasan resminya, perseroan menyatakan salah satu penyebab turunnya laba bersih adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar, sehingga terjadi selisih kurs.

Sementara itu, laba kotor perusahaan milik Grup Salim ini pada periode tersebut juga turun 2,8 persen menjadi Rp 10,03 triliun, dari akhir September 2012 Rp 10,32 triliun.

Perseroan menyebutkan salah satu penyumbang penurunan laba kotor ini karena naiknya gaji karyawan, kenaikan harga bahan baku serta penurunan harga jual rata-rata pada grup agribisnis.

Penjualan konsolidasi Indofood pada akhir kuartal III-2013 mencapai Rp 41,28 triliun. Jumlah itu mengalami kenaikan sebesar 10,5 persen dari Rp 37,36 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Manajemen menyatakan, penjualan konsolidasi itu juga mencakup penjualan dari perusahaan mie asal China yang diakuisisi beberapa waktu lalu, Grup Minzhong.

Penjualan perseroan terbesar masih dikontribusi oleh Group Consumer Branded Products, yaitu sebesar 45 persen. Sementara itu Grup Bogasari menyumbang 26 persen, agribisnis 20 persen, divisi distribusi 8 persen dan Minzhong 1 persen.

Direktur Utama Indofood Anthoni Salim menjelaskan perseroan cukup senang dengan bergabungnya Grup Minzhong ke Indofood.

"Minzhong akan memperkuat dan melengkapi model bisnis kami, yang amana akan dapat meningkatkan keunggulan kompetitif dan posisi kami di pasar," jelasnya, Rabu (30/10/2013)

Editor : Bambang Priyo Jatmiko


23.45 | 0 komentar | Read More

Pengamanan Gedung Negara Grahadi Diperketat

Written By bopuluh on Senin, 28 Oktober 2013 | 23.45


SURABAYA, KOMPAS.com - Setelah hilangnya dua laptop wartawan usai upacara Hari Sumpah Pemuda di area Gedung Negara Grahadi, Senin (28/10/2013) kemarin, penanggung jawab keamanan Gedung Negara Grahadi Surabaya, dalam hal ini Satpol PP Pemprov Jatim akan memperketat sistem pengamanan.

''Semua tamu nantinya akan dilengkapi dengan kartu identitas yang dikeluarkan khusus, jika tidak memiliki kartu identitas, maka tamu tersebut dilarang masuk,'' kata Kepala Satpol PP Pemprov Jatim, Sutartib, Selasa (29/10/2013).

Kartu identitas khusus untuk tamu umum nantinya akan dikeluarkan oleh biro umum atau biro humas dan protokoler, sementara kartu identitas untuk wartawan, akan dikeluarkan oleh Pokja Wartawan Pemprov Jatim.

''Kami masih akan menggelar pertemuan dengan pihak terkait tentang sistem pengamanan ini,'' terangnya.

Seperti diberitakan, kemarin dua laptop, masing-masing milik wartawan Indosiar, dan wartawan cetak Sapujagat dicuri oleh seorang pria di lobi Gedung Negara Grahadi usai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Aksi pencurian itu, terekam jelas oleh CCTV yang dipasang di ujung lobi. Dalam aksi itu, seorang pria yang memakai baju hitam dengan santai mengambil dua laptop saat para wartawan mewawancarai narasumber. Pencuri itu beraksi tepat di belakang Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Ediwan Prabowo.

Editor : Kistyarini


23.45 | 0 komentar | Read More

Komisi I Kunjungan ke Cina, Korea, dan Belanda, Apa Agendanya?

Written By bopuluh on Minggu, 27 Oktober 2013 | 23.45


JAKARTA, KOMPAS.com - Rombongan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke tiga negara di Asia dan Eropa. Kunker dilakukan terkait berbagai permasalahan yang ditangani oleh komisi tersebut.

Anggota Komisi I dari Fraksi PPP Husnan Bey Fananie mengatakan, ia ikut dalam rombongan Komisi I yang pergi kunker ke Cina. Rombongan berangkat ke Cina sejak  pada Sabtu (26/10/2013) hingga 1 November 2013 mendatang.

"Jadwal acara kunjungan kerja delegasi Komisi I DPR RI dalam rangka proses perumusan atau penyusunan RUU tentang hukum disiplin militer di negara RRC," kata Husnan melalui pesan singkat yang diterima pada Senin (28/10/2013).

Saat dikonfimasi, Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq menjelaskan, selain ke Cina, rombongan Komisi I juga melakukan kunjungan ke dua negara lain, yakni Belanda dan Korea Selatan.

Kunjungan ke Belanda dipimpin oleh anggota Komisi I Yahya Sacawiria dengan agenda evaluasi mengenai isu separatis di Papua.

"Karena kelompok Freedom Papua, separatis Papua Merdeka membuat dan membuka kantor cabang lagi di Belanda," kata Mahfudz.

Di Belanda, kata Mahfudz, Komisi I DPR akan meminta informasi langsung dari Duta Besar Republik Indonesia di negara tersebut. Selain itu, akan dibahas juga mengenai rencana kerja sama pertahanan antara Indonesia dengan Belanda dengan pertimbangan teknologi pertahanan dan alat utama sistem senjata di negara tersebut sudah sangat maju dan Indonesia ingin memelajarinya. Sedangkan untuk Korea Selatan, kunjungan Komisi I DPR dimaksudkan untuk menyusun Rancangan Undang-Undang Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) dan Televisi Republik Indonesia (TVRI). Pemimpin rombongan adalah anggota Komisi I Tantowi Yahya.

"Alasannya karena Korsel sebagai negara yang sukses menjalankan siaran digitalisasi. Mereka sukses beralih dari analog ke digital," ujar Mahfudz.

Editor : Inggried Dwi Wedhaswary


23.45 | 0 komentar | Read More

Data Bermasalah, Ganjar Belum Keluarkan Kartu Petani-Nelayan


KENDAL, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum bisa mengeluarkan kartu nelayan dan kartu petani karena ada masalah dengan data. Hal itu dikatakan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Kendal, Senin (28/10/2013).

Ganjar menjelaskan, hingga kini pihaknya belum mendapatkan data jumlah nelayan dan petani di Jateng. Pihaknya, kata Ganjar, sebenarnya sudah melakukan rapat koordinasi dengan dinas terkait. Namun kejelasannya belum ada.

"Kami sudah melakukan pemaparan, dan sebentar lagi pemaparan yang kedua," kata Ganjar.

Ganjar menjelaskan, pemberian kartu nelayan kepada nelayan bertujuan agar para nelayan bisa mendapatkan solar atau bensin dengan mudah. Sehingga mereka tidak mengalami kesulitan ketika mau mencari ikan di laut. Sementara itu kartu petani untuk mempermudah petani memperoleh pupuk.

"Tapi saya ingin pemberian kartu nelayan dan kartu penduduk itu, tepat sasaran. Jadi selain nelayan dan petani, tidak mendapat kartu nelayan atau petani," tegasnya.

Ganjar menambahkan, karena data nelayan dan petani tidak valid, saat ini pihaknya belum bisa menganggarkan dana untuk itu. Namun, apabila tahun ini datanya sudah siap dan bisa dipertanggungjawabkan, pada tahun 2014 nanti, pihaknya akan menganggarkan di APBD. "Saya masih menunggu kevalidan data tersebut," jelasnya.

Seorang relawan Ganjar pada kampanye Pilgub Jateng yang lalu, Kelana, berpendapat sebaiknya Ganjar cepat-cepat mewujudkan pemberian kartu nelayan dan kartu petani kepada petani.

"Kalau masih ada nelayan dan petani yang meragukan, beri dahulu nelayan yang benar-benar nelayan dan petani yang memang benar-benar petani. Ganjar harus kembali blusukan ke kampung-kampung nelayan dan petani, seperti waktu kampanye. Sehingga bisa mendapatkan data yang valid," kata Kelana.

Editor : Kistyarini


23.45 | 0 komentar | Read More

Penyiram Air Keras Berry \"Saint Loco\" Terekam CCTV

Written By bopuluh on Sabtu, 26 Oktober 2013 | 23.45


JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga kini, pelaku yang menyiram air keras ke wajah rapper grup hip rock Saint Loco, Berry Manoch masih misterius. Namun, setidaknya, harapan untuk mengungkap pelaku masih ada setelah kamera CCTV di tempat kejadian perkara berhasil merekam insiden yang terjadi usai konser Promild Tour, di Lapangan Rampal, Malang, Jawa Timur, Sabtu (26/10/2013) malam.

"Sementara baru dari CCTV, tapi semua sudah kami serahkan ke pihak kepolisian," kata manajer Saint Loco, Ingga saat dihubungi melalui telepon genggamnya di Jakarta, Minggu (27/10/2013).

Selain insiden itu terekam melalui kamera CCTV, barang bukti berupa botol yang diduga digunakan pelaku untuk menyimpan air keras, telah diamankan guna proses penyidikan.

"Barang bukti ada, di situ juga ada sidik jarinya. Kami serahkan semua ke kepolisian. Laporannya di Polres Malang," kata Ingga.

Di sisi lain, pemain drum grup punk rock Superman Is Dead, Jerinx yang juga tampil dalam konser itu mengaku sempat melihat seseorang yang diduga pelaku penyiram air keras ke wajah Berry.

"@JRX_SID: Yg menyiram wajah Barry @saintlocoband dgn air keras di Malang td memakai sweater merah. Semoga pelaku lekas tertangkap karma. #prayforbarry," kicau Jerinx dalam akun Twitter miliknya.

Ciri-ciri pelaku

Sebelumnya, Wakil Kepala Polresta Malang, Kompol Trisaksono Puspo Adjie membeberkan, pelaku diketahui berjenis kelamin pria dan mengenakan jaket warna hijau, berbadan tegap dan berambut cepak. "Tinggi badannya kurang lebih 180 centimeter," katanya kepada wartawan, Minggu (27/10/2013).

Untuk pengembangan penyelidikan, lanjut Adjie, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa 7 saksi. "Kita sudah memeriksa 7 orang saksi. Dan hari ini juga meminta keterangan dari korban," katanya.

Tim medis, katanya, juga telah melakukan penelitian bahan cairan jenis apa yang digunakan oleh pelaku. "Sudah diteliti kandungan bahan yang ada di wajah korban," katanya.

Lebih lanjut Adjie menjelaskan, setelah menyiramkan air keras ke wajah Berry, pelaku langsung lari dengan menggunakan sepeda motor. "Saat ini, kita masih melakukan identifikasi kendaraan yang digunakan oleh pelaku," kata Adjie.

Dalam insiden tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti berupa tumpahan cairan, baju korban, dan rekaman CCTV. "Dari rekaman CCTV itu, sudah terlihat jelas pelaku menyiramkan cairan ke wajah korban. Cairan itu dikeluarkan dari botol kecil yang dipegang oleh pelaku," katanya.

Seperti diberitakan Kompas.com sebelumnya, vokalis band Saint Loco, Berry Manoch disiram cairan yang diduga air keras oleh orang tak dikenal, seusai manggung di Lapangan Rampal Kota Malang. Insiden penyiraman tersebut terjadi di lobi hotel tempat personel Saint Loco menginap saat sesi pemotretan dengan para penggemar.

Saat ini, Berry tengah menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSSA Malang. Pihak RSSA Malang belum memperbolehkan awak media untuk mengambil gambar dan mewawancarai korban. Korban yang mengalami luka di wajahnya belum memberikan izin untuk ditemui awak media.


23.45 | 0 komentar | Read More

Jakarta Marathon Digelar, Hotel di Sudirman-Tamarin Penuh

JAKARTA, KOMPAS.com - Acara Jakarta Marathon, Minggu (27/10/2013), berdampak positif bagi sektor pariwisata di Jakarta. Buktinya, tingkat hunian hotel di Jakarta diketahui meningkat hingga 15 persen dibanding akhir pekan biasanya.

"Akhir pekan ini tingkat hunian hotel sampai 90 persen. Artinya hotel-hotel, paling banyak itu di Jalan Sudirman-Thamrin, penuh semua," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budiman, ke wartawan, Minggu pagi.

Naiknya jumlah hunian tersebut, kata Arie, karena kehadiran peserta Jakarta Marathon, baik dari luar negeri maupun  dari luar Jakarta yang menginap untuk mengikuti lomba lari bertaraf internasional tersebut.

Untuk acara Jakarta Marathon itu sendiri, Arie mengungkapkan, sejauh ini tidak menemui kendala berarti. Salah satu yang menjadi fokus utama adalah soal jalur maraton, baik di nomor terendah 1 kilometer, nomor menengah 21 kilometer serta full marathon 42 kilometer. Menurut Arie, jalur yang telah mendapatakan sertifikat Grade A tersebut dapat digunakan sebagai jalur maraton hingga 5 tahun mendatang.

"Tapi masih menunggu evaluasi. Termasuk track clear, enggak ada orang lain yang berada di jalur maraton selain si pelari, itu jadi penilaian juga. Mudah-mudahan lancar evaluasinya," lanjut Arie.

Acara Jakarta Marathon merupakan kerja bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Acara bertaraf internasional itu diikuti pelari sebanyak 5.500 orang, yang berasal dari luar dan dalam negeri.

Kegiatan Jakarta Marathon 2013 terdiri dari beberapa kategori, yakni lima kilometer, 10 kilometer, half marathon (21 kilometer) dan full marathon (42 kilometer) serta maratoonz yang khusus untuk anak-anak.

Pemenang full marathon putra adalah William Chebor dari Kenya dengan waktu tempuh 2:14:30. Posisi kedua ditempati Stephen Tum, juga dari Kenya dengan catatan waktu 2:15:35. Posisi ketiga diraih Chelimo Kipkemoi, juga dari Kenya, dengan catatan waktu 2:17:06.

Adapun emenang full marathon putri yaitu Mulu Seyfu dari Ethiopia dengan catatan waktu 2:42:57. Posisi kedua ditempati Diana Sigei dari Kenya dengan catatan waktu 2:43:39. Dan, tempat ketiga diraih Mercy Jelimo Foo dari Kenya dengan catatan waktu 2:44:18.

Editor : Egidius Patnistik


23.45 | 0 komentar | Read More

SBY: Serangan untuk Demokrat Kelewatan, Jangan Diam Saja!

Written By bopuluh on Jumat, 25 Oktober 2013 | 23.45


JAKARTA, KOMPAS.com -
Ketua Majelis Tinggi yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan kepada seluruh pengurus Demokrat untuk menghadapi serangan dari berbagai pihak. SBY menilai serangan terhadap Demokrat sudah melampaui batas.

Instruksi itu disampaikan SBY saat membuka acara Temu Kader dan Perayaan HUT Demokrat di Sentul International Convention Center (SICC) di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2013).

"Kita juga patriot dan pejuang bangsa. Kalau tahu tidak adil dan serangan melampai batasan, melampaui kepatutan, maka para kader harus bicara. Jangan hanya diam, jangan tiarap," kata SBY disambut teriakan dari sekitar 10.000 pengurus Demokrat dari seluruh Indonesia.

Jajaran Demokrat yang hadir mulai dari Majelis Tinggi, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Pimpinan Pusat, Dewan Pimpinan Daerah, Dewan Pimpinan Cabang, sampai pengurus anak cabang di Indonesia. Hadir pula para pendiri Demokrat.

SBY mengatakan, hanya kader korup yang takut menghadapi serangan itu.

"Mengapa harus takut? Mengapa digebuki, dihabisi diam saja?," katanya.

Sebagai Presiden, SBY mengaku tidak ingin negara membiarkan praktek-praktek tidak benar yang jauh dari rasa keadilan. Ia mengakui memang ada kader Demokrat yang salah.

"Tapi jangan cara menyerang dan habisi melampaui batas sehingga merobek rasa keadilan. Tebang pilih itu tidak baik," kata dia.

Seperti diketahui, Demokrat diserang berbagai pihak setelah para elit partainya terjerat kasus korupsi. Terakhir, Anas Urbaningrum ditetapkan tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. Ketika itu, Anas menjabat Ketum Demokrat.

Rentetan kasus yang menjerat kader Demokrat membuat elektabilitas Demokrat merosot. Hasil survei berbagai lembaga survei menunjukkan elektabilitas Demokrat di bawah 10 persen.

Editor : Caroline Damanik

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

23.45 | 0 komentar | Read More

Mourinho Pilih Tidur ketimbang Tonton El Clasico

LONDON, KOMPAS.com - Mantan pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, mengaku tidak akan memedulikan pertandingan Barcelona melawan Madrid, Sabtu (26/10/2013). Pelatih yang kini membesut Chelsea itu mengaku lebih memilih berkumpul bersama keluarga dan beristirahat ketimbang menyaksikan laga tersebut.

Mourinho sebelumnya sempat menjadi salah satu ikon laga el clasico saat melatih Madrid pada 2010 hingga 2013. Selama tiga musim, dia pun sukses mempersembahkan satu gelar La Liga, satu gelar Copa del Rey dan satu Piala Super Spanyol.

"Saya tidak peduli dengan el clasico. Saya akan pergi makan malam dengan keluarga dan setelah itu saya akan tidur," ungkap Mourinho seperti dilansir Marca.

Pernyataan itu diungkapkan Mourinho dalam jumpa pers menjelang laga Chelsea dan Manchester City pada lanjutan Premier League, Minggu (27/10/2013). Ia pun mengaku lebih mementingkan timnya sekarang ketimbang Madrid.

"Saya tidak ingin kehilangan masa tenang saya pada Sabtu ketika satu hari setelahnya saya akan menjalani laga penting (melawan Manchester City)," tambahnya.


23.45 | 0 komentar | Read More

Pasek Diminta Tak Reaktif soal SMS SBY

Written By bopuluh on Kamis, 24 Oktober 2013 | 23.45


JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Jhonny Allen Marbun meminta rekan separtainya Gede Pasek Suardika tak reaktif menanggapi pesan (SMS) yang beredar dan diduga berasal dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut Jhonny, sudah sewajarnya Dewan Kehormatan bereaksi untuk menjaga stabilitas partai.

Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat ini menyampaikan, dirinya pernah dipanggil Dewan Kehormatan (Wanhor) sekitar tahun lalu terkait masalah yang menimpa mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Saat itu, Jhonny memenuhi panggilan Wanhor dan memberikan klarifikasi sesuai yang dibutuhkan.


"Kalau dia (Pasek) tidak pernah melanggar diam saja. Kalau merasa kader partai dipanggil datang," kata Jhonny, di Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (25/10/2013).

Jhonny menegaskan, Wanhor berhak memanggil semua kader partai yang dianggap perlu. Baginya, hal itu sudah menjadi ketentuan partai dan tidak perlu dibesar-besarkan. Lebih jauh, Jhonny juga menyampaikan, jika SBY meminta Wanhor memanggil Pasek, tujuannya adalah untuk mencari tahu informasi mengenai peran Pasek dalam beredarnya kabar penculikan Subur Budhisantoso, salah seorang pendiri Partai Demokrat, oleh Badan Intelijen Negara.

Ada pun selebihnya, SBY dikatakannya hanya memberi arahan agar para kader Demokrat tak ceroboh bersikap jelang datangnya waktu pemilihan umum 2014.

"Pemanggilan itu protap, bukan perasaan, masa orangtua tidak boleh panggil anak? Wanhor itu tugasnya mendapatkan informasi, jangan curiga, datang saja," ujarnya.

Untuk diketahui, politisi Partai Demokrat Gede Pasek Suardika mengaku sangat terganggu dengan isi pesan (SMS) yang ditengarai dikirim oleh SBY pada para petinggi Partai Demokrat. Dengan tegas Pasek mengaku memiliki niat untuk membawa permasalahan ini ke jalur hukum demi menuntaskan spekulasi yang berkembang.

Pasek menyampaikan, dirinya merasa terganggu dengan isi dari pesan tersebut yang secara eksplisit menyebut namanya sebagai aktor di balik kabar penculikan Subur Budhisantoso oleh BIN. Mantan Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat ini mengaku memiliki alibi dan bukti kuat untuk mematahkan tudingan tersebut.

Ia melanjutkan, niatnya untuk menempuh jalur hukum didasari isi SMS yang menyiratkan jika SBY menerima informasi dari seseorang sebelum menudingnya. Menurut Pasek, orang yang menjadi pembisik ini harus diungkap.

"Saya sangat ingin tahu pak SBY mendengar dari siapa tentang pernyataan diculik yang katanya saya pelakunya. Beliau mendapat input informasi yang menyesatkan. Kalau saya tahu, pasti saya hadapi orangnya," ujar Pasek.

Editor : Caroline Damanik


23.45 | 0 komentar | Read More

Vettel Kuasai Sesi Latihan Berkabut di India

NEW DELHI, KOMPAS.com - Pebalap Red Bull Racing, Sebastian Vettel, menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas satu GP India yang berlangsung di Sirkuit Buddh Internasional, Jumat (25/10/2013). Sesi ini terganggu dengan kabut yang menaungi lintasan.

Dua pebalap Williams, Valtteri Bottas dan Pastor Maldonado jadi yang pertama turun ke lintasan. Max Chilton turun pada menit berikutnya, diikuti Jean-Eric Vergne pada menit keempat. Cuaca berkabut membuat kebanyakan pebalap tidak turun pada menit-menit awal.

Sergio Perez yang baru turun ke lintasan pada menit ke-23 mencatat waktu tercepat pertama dengan 1 menit 30,953 detik pada menit 27. Perez dua kali mempertajam catatan waktunya pada menit 28 dan 33. Jenson Button yang baru bergabung pada menit 40 langsung menggeser Perez dari posisi puncak dengan mencatat waktu 1 menit 27,995 detik.

Pebalap Ferrari, Felipe Massa bergabung ke lintasan beberapa menit kemudian. Sayangnya, pebalap Brasil ini melakukan sedikit kesalahan yang membuatnya keluar lintasan pada tikungan 14.

Setelah melakukan beberapa kali putaran, Nico Rosberg menjadi yang tercepat dengan 1 menit 27,937 detik pada menit 49. Selang tiga menit, ia memperbaikinya menjadi 1 menit 27,217 detik. Sempat tergeser oleh Vettel pada menit 55, Rosberg kembali berkuasa setelah mencatat 1 menit 26,899 detik.

Rosberg hanya bertahan tiga menit di posisi teratas. Vettel yang tergeser ke posisi dua, mempertajam catatan waktunya menjadi 1 menit 26,683 detik dan kembali memimpin.

Fernando Alonso mengalami masalah pada persneling yang memaksanya kembali ke pit pada menit 60. Tak lama berselang, Maldonado kehilangan kontrol hingga mobilnya melintir pada tikungan 13 ke 14. Lewis Hamilton yang sedang melaju di tikungan satu juga sempat keluar lintasan sebelum lanjut memacu mobilnya.

Hingga sesi ini berakhir, Vettel tetap berkuasa dengan menempati posisi satu. Mark Webber menyempurnakan sukses Red Bull dengan mencatat waktu tercepat kedua. Rosberg menyusul di posisi tiga, diikuti Romain Grosjean dan Hamilton di posisi empat dan lima.

Sebelumnya, GP India akhir pekan ini sempat terancam batal karena pihak penyelenggara belum membayar pajak hiburan tahun lalu. Pemilik Sirkuit Buddh Internasional, Jaypee, telah mengatasi masalah tersebut hingga GP India tetap berlangsung sesuai jadwal.

Hasil sesi latihan bebas satu:
1. Sebastian Vettel Germany Red Bull-Renault 1m 26.683s
2. Mark Webber Australia Red Bull-Renault 1m 26.871s
3. Nico Rosberg Germany Mercedes-Mercedes 1m 26.899s
4. Romain Grosjean France Lotus-Renault 1m 26.990s
5. Lewis Hamilton Britain Mercedes-Mercedes 1m 27.227s
6. Jenson Button Britain McLaren-Mercedes 1m 27.335s
7. Sergio Perez Mexico McLaren-Mercedes 1m 27.416s
8. Felipe Massa Brazil Ferrari-Ferrari 1m 27.692s
9. Nico Hulkenberg Germany Sauber-Ferrari 1m 27.770s
10. Valtteri Bottas Finland Williams-Renault 1m 27.800s
11. Jean-Eric Vergne France Toro Rosso-Ferrari 1m 28.035s
12. Fernando Alonso Spain Ferrari-Ferrari 1m 28.214s
13. Daniel Ricciardo Australia Toro Rosso-Ferrari 1m 28.336s
14. Pastor Maldonado Venezuela Williams-Renault 1m 28.342s
15. Adrian Sutil Germany Force India-Mercedes 1m 28.468s
16. Esteban Gutierrez Mexico Sauber-Ferrari 1m 28.538s
17. Kimi Raikkonen Finand Lotus-Renault 1m 28.730s
18. James Calado Britain Force India-Mercedes 1m 29.197s
19. Giedo van der Garde Holland Caterham-Renault 1m 29.413s
20. Jules Bianchi France Marussia-Cosworth 1m 29.560s
21. Charles Pic France Caterham-Renault 1m 30.026s
22. Max Chilton Britain Marussia-Cosworth 1m 30.471s

Editor : Pipit Puspita Rini


23.45 | 0 komentar | Read More

Bank Mana Saja yang Menggunakan Mesin ATM Produksi Diebold?

Written By bopuluh on Rabu, 23 Oktober 2013 | 23.45


JAKARTA, KOMPAS.com -Produsen mesin anjungan tunai mandiri (ATM) asal Ohio, Amerika Serikat (AS), Diebold Inc., melalui anak usahanya diduga melakukan penyuapan terhadap pejabat bank badan usaha milik negara (BUMN) di beberapa negara untuk pengadaan mesin ATM.

Suap pada pejabat bank milik pemerintah di China dan Indonesia diberikan dalam bentuk perjalanan gratis ke tujuan wisata populer di AS dan Eropa. Securities and Exchange Commission (SEC) AS menyatakan Diebold telah setuju untuk membayar lebih dari 48 juta dollar AS untuk menyelesaikan tuduhan SEC dan menyelesaikan masalah kriminal paralel.

Lembaga anti korupsi dan monopoli negeri Paman Sam tersebut memaparkan bahwa anak usaha Diebold di China dan Indonesia menghabiskan sekitar 1,8 juta dollar AS untuk perjalanan, hiburan, dan hadiah lainnya yang tidak pantas untuk pejabat senior dari bank, hal ini disinyalir dapat mempengaruhi keputusan pembelian.

Sekitar  1,6 juta dollar AS atau Rp 17,45 miliar dikeluarkan untuk menyuap pejabat bank milik pemerintah di sana guna melancarkan proyek di China. Sedangkan untuk menyuap pejabat bank BUMN di Indonesia, perusahaan tersebut mengeluarkan dana sebesar 147.000 dollar AS atau setara Rp 1,6 miliar.

Di Indonesia sendiri, terdapat setidaknya dua bank pelat merah yang menggunakan mesin ATM besutan Diebold. Pertama adalah PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk.

Bank Mandiri, hingga Agustus 2013 tercatat memiliki 11.454 ATM. Dari jumlah itu, 10.077 unit adalah mesin ATM tunai, 38 ATM Drive Thru, 43 Mobile, 1.000 ATM non tunai, dan 296 unit ATM setoran tunai.

Bank Mandiri pada saat yang sama bahkan menerima rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) karena berhasil memasang 1.421 ATM dalam satu bulan. Pemasangan ATM yang merupakan hasil kerja sama dengan Diebold itu dilakukan pada Juni 2013 dan tersebar di 31 provinsi.

Mandiri pun telah mengeluarkan investasi Rp 111 miliar untuk membeli 1.500 ATM di tahun ini. Mesin ATM ini terdiri dari berbagai jenis seperti ATM tunai, mobile, setoran tunai, dan drive thru. Transaksi di ATM Mandiri pada periode Januari-Juni 2013 mencapai 442 juta transaksi. Jumlah itu naik 12 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 394 juta transaksi.

Pada posisi Juni, jumlah transaksi melalui ATM mencapai 442 juta transaksi. Angka tersebut tumbuh 12,3 persen. Di periode yang sama tahun lalu, jumlah transaksinya yakni 394 juta transaksi.

Kemudian, volume transaksinya yaitu Rp 366 triliun. Jumlah itu tumbuh 16,7 persen dari Rp 314 triliun. Melalui penambahan ATM tahun ini, Hery menargetkan pertumbuhan jumlah transaksi meningkat 17 persen dan volume transaksi naik 18,5 persen di akhir 2013.

Sementara itu, BRI mengklaim pihaknya tidak lagi menggunakan mesin ATM produksi Diebold sejak 2005. Sampai akhir tahun 2013, BRI menargetkan memiliki mesin ATM sebanyak 20.000 unit. Sepanjang 2013 saja, BRI menargetkan pertumbuhan mesin ATM sebanyak 5.000 unit.

Maret 2013, jumlah mesin ATM BRI tercatat sebanyak 14.367 unit. Pada akhir 2011, jumlah mesin ATM BRI mencapai 7.292 unit, yang meningkat drastis pada 2012 menjadi 14.292 unit. Sayang KONTAN belum dapat menemukan data berapa jumlah mesin ATM produksi Diebold yang digunakan oleh BRI.

Berdasarkan data KONTAN, salah satu distributor mesin ATM Diebold di Indonesia adalah PT Argenta Adhiloka Pratama. Pada April 2010 saja, Argenta berhasil membukukan pendapatan Rp 180 miliar. Hingga akhir 2009, Argenta telah berhasil mendistribusikan 3.400 unit mesin ATM Diebold dan NCR.

Argenta menjual satu unit mesin ATM seharga 8.000 dollar AS hingga 15.000 dollar AS. Penurunan harga mesin ATM membuat Argenta hanya menargetkan penjualan tahun 2010 sebesar Rp 130 miliar. (Dea Chadiza Syafina)

OJK menilai perlu upaya ekstra memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai asuransi…

Editor : Erlangga Djumena


23.45 | 0 komentar | Read More

Polisi Bandung Bekuk 2 Anggota Geng Motor


BANDUNG, KOMPAS.com - Jajaran Polsek Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat, berhasil membekuk dua orang anggota salah satu kelompok geng motor di Kota Bandung.

Berry Prawira (21) dan Asep Indra (22) ditangkap saat menjambret tas milik Cahyaning Syafa di depan Pusat Dakwah Indonesia (Pusdai), Minggu (20/10/2013) malam. Modus yang digunakan kedua tersangka adalah dengan cara memepet motor korbannya kemudian menarik tas tersebut hingga putus.

"Waktu itu korban lagi dibonceng sama laki-laki. Dipepet kemudian langsung ditarik tasnya," ujar Berry saat gelar perkara di markas Polsek Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Kamis (24/10/2013).

Setelah mendapatkan tas korban yang berisi satu ponsel dan uang tunai sebesar Rp 500.000, kedua tersangka yang mengaku anggota dari geng motor Moonraker ini langsung tancap gas menggunakan motor Kawasaki Ninja warna merah.

Namun, keberuntungan kedua senior Moonraker ini berakhir di sebuah gang buntu. Warga sekitar gang buntu curiga dengan gerak-gerik keduanya yang tengah dalam kondisi mabuk. Berry dan Asep pun kemudian dipukuli warga, polisi yang melihat keduanya tengah dipukuli langsung membawa menggiring Berry dan Asep ke Polsekta Cibeunying Kidul.

"Saya sudah tiga tahun jadi anggota geng motor Moonraker Bandung Timur," aku Berry disambut pengakuan Asep yang juga sudah dua tahun menjadi anggota geng motor yang sama. Berry menambahkan, hasil kejahatan mereka rencananya ingin dipakai untuk mabuk-mabukan bersama rekan-rekan sesama geng motor.

Dia juga mengaku tidak hanya sekali melakukan tindakan kriminal seperti menjambret bersama Asep. "Saat ngelakuin (jambret) kita habis minum arak didaerah Cikapayang," jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Polsek Cibeunying Kidul Kompol Nana Mulyatna menambahkan, dalam aksi kriminal yang dilakukan kedua anggota kelompok geng motor ini sudah tidak asing lagi.

"Asep ini yang memetik (menjambret) sementara Berry yang mengemudikan dan memepet motor korban," kata Nana.

Aksi kriminal yang dilakukan oleh para anggota kelompok geng motor di Kota Bandung seperti Berry dan Asep ini memang kerap meresahkan masyarakat. Tak hanya menjambret, mereka bahkan tak segan menggunakan senjata tajam.

"Kita imbau kepada masyarakat agar berhati-hati di jalan raya terutama yang sepi," ujarnya.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku yang terbilang masih muda ini terancam hukuman penjara selama 5 tahun karena dianggap telah melanggar Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Editor : Kistyarini


23.45 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger